Korsel Buka Zona Demiliterisasi Sebagai Jalur Wisata

Zona Militer Duo Korea. Foto CNN
Zona Militer Duo Korea. Foto CNN

Seoul,Sayangi.com- Bagi para wisatawan yang ingin merasakan keanekaragaman satwa liar yang hidup bebas dapat menjumpainya di Zona Demiliterisasi Semenanjung Korea (DMZ).

Kawasan DMZ merupakan sebuah tanah tak bertuan yang memiliki panjang sekitar 257 kilometer yang didirikan dalam Perjanjian Genjatan Senjata Perang Korea tahun 1953. Lokasinya berada sekitar 48 kilometer di utara kota Seoul, Korea Selatan.

Selama lebih dari enam dekade, sekitar empat kilometer dari luas wilayah ini ditutup dari campur tangan manusia. Kawasan ini diberi pagar pembatas, dan ranjau darat. Berkat pembatasan tersebut, area ini tidak sengaja menjadi tempat perlindungan bagi semua jenis spesies yang terancam punah.

Sejumlah satwa liar yang pernah terpantau berada di wilayah DMZ ini seperti bangau mahkota merah, bangau putih, bebek mandarin, rusa kesturi (musk deer), kambing gunung, dan masih banyak lagi. Bahkan, sebuah laporan mengatakan, di dalam wilayah DMZ, terlihat macan tutul Amur.

Berdasarkan laporan Lembaga Ekologi Nasional Korea Selatan, ada sekitar 6 ribu spesies flora dan fauna yang hidup di dalam DMZ. “Jika Anda melakukan percobaan mengenai bagaimana spesies baru dapat dipulihkan ketika bumi telah hancur, DMZ akan menjadi tempat terbaik,” ujar Kepala Lembaga Penelitian Ekologi DMZ, Kim Seung-ho.

Sejak didirikan pada tahun 2004 silam oleh Kim, institut ini telah melakukan penelitian di DMZ. Para Tim pekerja berkonsultasi dengan departemen terkait milik pemerintah untuk membantu mereka menemukan cara dalam melestarikan lingkungan dengan lebih baik.

Kini tempat tersebut dapat menjadi opsi baru untuk berwisata. Ditempat ini para pengunjung dapat menemukan berbagai satwa liar.

Fase pertama dari proyek ‘Jejak Perdamaian’ Korea Selatan telah mendapat persetujuan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNC). Persetujuan tersebut termasik rencana untuk membuka tiga rute di sepanjang DMZ.

Jejak pertama yang disetujui terletak di Goseong, Provinsi Gangwaon. Wilayah ini berada di sisi timur Semenanjung Korea.

Media lokal Korea Selatan, menuliskan program tur Goseong mulai diluncurkan pada Sabtu (27/4) lalu. Hari tersebut menandai ulang tahun pertama Deklarasi Panmunjom yang ditandatangani oleh Presiden Moon Jae-in dan Pemimpin Korut Kim Jong-un.

Diinformasikan para wisatwan nantinya dapat memulai tracking pendakian mereka dari Unification Observatory. Para pengunjung dapat berjalan melewati pagar kawat berduri sebelum tiba di Observatorium Gunung Kumgang.

Atas dibukanya Zone Militer Duo Korea Pimpinan UNC Jenderal Robert Abrams dalam sebuah pernyataan menuliskan “Komando PBB dan pemerintah Korea Selatan telah menunjukan kerja tim yang luar biasa. Kolaborasi dan koordinasi di seluruh proses ‘Jejak Perdamaian’ dan akan terus dilanjutkan.

Dikutip dari CNN Selasa (30/4/2019) Robert menyatakan Angkatan Bersenjata Republik Korea Selatan (ROK) telah bekerja cukup lama. Kerja tersebut untuk memastikan keberhasilan prakarsa yang sangat penting tersebut. Sambil memastikan keselamatan para pengunjung yang juga menjadi hal utama.