Korsel Upayakan Pembelot Korut Yang Ditahan China Selamat

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha
Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha

Seoul Sayangi.com- Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha menyatakan berusaha untuk memastikan keselamatan tujuh warga Korea Utara yang ditahan di China. Ketujuh warga Korea Utara telah melarikan diri dari negara asal mereka.

Kyung -wha menyatakan Kami mengerahkan semua sumberdaya diplomatik kami. Langkah itu untuk memastikan mereka selamat. Dan ketujuh pembelot tersebut tidak berakhir secara paksa dipulangkan ke Korea Utara.

Berbicara kepada awak di Seoul hari Jumat, Kang tidak merinci kasus tersebut secara detail. Menlu Korea Selatan ini hanya menyebut “sangat sensitif. Keselamatan mereka terancam. Ini juga memerlukan pembahasan yang pelik dengan negara penampung mereka, di manapun mereka berada,” ujar Kang.

Kelompok pembelot itu menghadapi kemungkinan pemulangan paksa ke Korea Utara. Apabila dipulangkan ke Korut mereka mungkin akan dijatuhi hukuman antara lain kerja paksa, dipenjarakan, disiksa atau dieksekusi.

Otoritas China tidak mengakui warga Korea Utara itu sebagai pengungsi. Beijing menganggap mereka sebagai migran ekonomi ilegal dan secara rutin mengirim mereka kembali ke Korea Utara.

Para Aktifis menyebutkan ketujuh orang tersebut ditangkap bulan lalu di Liaoning, provinsi di bagian timur laut setelah menyeberangi Sungai Yalu . Sungai inilah yang memisahkan China dan Korea Utara.

Dilaporkan di antara tujuh yang ditahan,terdapat seorang bocah perempuan berusia sembilan tahun. Ibu anak tersebut telah meninggalkan Korea Utara beberapa tahun silam dan sekarang tinggal di Korea Selatan. Dari Korea Selatan ibu anak yang ditahan tersebut memohon pihak berwenang untuk berupaya membebaskan putrinya.

Perjalanan dari Korea Utara semakin berbahaya dalam tahun-tahun belakangan ini. Kondisi ini lantaran China meluaskan pengintaiannya di dekat perbatasannya dengan Korea Utara.

Pada 2018, 1.137 warga Korea Utara membelot ke Korea Selatan, sebut Kementerian Unifikasi Korea Selatan. Sepuluh tahun silam, angka tersebut hampir tiga kali lipat lebih banyak.

Meskipun tidak sering, China pada masa lalu membebaskan pembelot Korea Utara. Pada tahun 2018, China membebaskan 30 pembelot, setelah mendapat tekanan internasional, sebut laporan berbagai media.

sumber : VOA