Korea Utara Lakukan Uji Coba Senjata Proyektil

Pemimpin Korut Kim Jong Un menyaksikan uji coba senjata proyektil. Foto Getty Image
Pemimpin Korut Kim Jong Un menyaksikan uji coba senjata proyektil. Foto Getty Image

Pyongyang,Sayangi.com- Siaran Televisi memperlihatkan rekaman file senjata proyektil Korea Utara di sebuah stasiun kereta api di Seoul pada 9 Mei 2019. Korea Selatan menyebut Korea Utara telah menembakkan sejumlah proyektil tidak dikenal.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) menyatakan “Penembakan tersebut terungkap ketika utusan Amerika Serikat (AS) mengunjungi Seoul”. Kunjungan delegasi AS ke Korsel untuk  berdiskusi mengenai upaya memecah kebuntuan nuklir.

Akan tetapi ditengah situasi ini Korut justru  menembakkan sejumlah proyektil yang tidak teridentifikasi ke arah timur. Proyektil tersebut berasal dari situs Sino-ri di Pyongyang Utara,” bunyi pernyataan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS).

Pelepasan itu terjadi hanya beberapa hari setelah Korea Utara melakukan latihan militer, serta menembakkan beberapa proyektil yang salah satunya diyakini rudal jarak pendek.

Beberapa jam sebelum peluncuran, Perwakilan Khusus AS untuk Korea Utara, Stephen Biegun, tiba di Seoul pada Rabu malam. Kedatangannya bertujuan untuk berdiskusi dengan pejabat Korea Selatan terkait dengan pendekatan sekutu terhadap Pyongyang.

Hal tersebut merupakan kunjungan pertama Biegun ke Seoul, sejak KTT putaran kedua antara AS dan Korea Utara berakhir tanpa kesepakatan. Hingga sekarang ini kami masih menganalisis apakah (tembakan) mencakup satu atau beberapa proyektil,” ujar juru bicara JCS kepada AFP.

Saat wawancara dengan Telivisi,Presiden Korsel Moon Jae-in mengatakan, peluncuran Korea Utara atas apa yang tampak sebagai rudal jarak pendek. Rudal tersebut mengancam dan  memperumit negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat. Apa pun niat Korea Utara mungkin kami memperingatkan bahwa itu bisa membuat negosiasi lebih sulit,”ujar Jae-in.

Hingga Sabtu pekan lalu , Pyongyang, Seoul, dan Washington berusaha menahan diri dari tindakan peluncuran rudal, yang dapat membahayakan diplomasi yang tengah berlangsung. Langkah Korut tersebut berpotensi melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta janji Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, atas pembekuan tes rudal jarak jauh.

Korut menyatakan, latihan pada Sabtu pekan lalu, melibatkan banyak peluncur roket jarak jauh dan senjata pemandu taktis. Akan tetapi, para ahli memandang selama latihan Korut setidaknya meluncurkan satu rudal jarak pendek.

Sebuah laporan dalam situs website 38 North menyebut, rudal itu merupakan Iskander besutan Rusia.Laporan tersebut menyebut Puing-puing yang dihasilkan aktivitas peluncuran di Korea Utara secara virtual hampir cocok dengan Iskander buatan Rusia.

Apabila Korut mengimpor rudal balistik Iskander dari Rusia,maka negara itu memiliki kapasitas untuk mengirimkan hulu ledak ke target di Korea Selatan. Dan sifat hulu ledak  sangat tepat dengan sasaran.

Sebelumnya pertemuan puncak antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, pada tahun lalu. Pertemuan tersebut telah berhasil mencairan hubungan diplomatik duo semenanjung. Kondisi itu sekaligus membuka jalan pertemuan pertama bersejarah antara pemimpin dua Korea.

Juru bicara delegasi Korea Utara untuk perundingan militer mengatakan, latihan rutin pada Sabtu kemarin, dilakukan di wilayah perairan domestik. Jubir tersebut menambahkan, proyektil yang beterbangan tidak menimbulkan ancaman bagi AS, Korea Selatan, maupun Jepang.

sumber : AFP