Macron : Trump Bertanggung Jawab Andai Iran Hengkang dari Perjanjian Nuklir

Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto Getty Image
Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto Getty Image

Sibiu,Sayangi.com- Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan AS akan bertanggung jawab jika Iran keluar dari perjanjian nuklir 2015. Hal itu diungkapkannya di sebuah konferensi pers setelah KTT informal para pemimpin Uni Eropa di kota Sibiu, Rumania.

Pemimpin Prancis mengeaskan “Pertama, Iran tidak menarik perjanjian ini. Kedua, jika Iran menarik diri dari perjanjian ini, itu akan menjadi tanggung jawab Amerika Serikat. Kami tidak akan mencampuradukkan peran dan mengatakan itu adalah orang Eropa.

Pernyataan Macron itu menyusul pengumuman Kementerian Luar Negeri Rusia terkait Iran. Kemenlu Rusia menyatakan AS harus menghentikan segala kegiatan yang menghambat kerja sama politik dan ekonomi negara-negara lain dengan Iran.

Pernyataan Macron dibuat tak lama setelah kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, mencatat bahwa Uni Eropa tetap berkomitmen untuk pelaksanaan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA). Komitmen tersebut berisi kesepakatan nuklir yang ditandatangani dengan Iran pada 2015 selama Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi bahwa Teheran bertindak sesuai dengan kesepakatan.

Setahun setelah penarikan AS dari perjanjian nuklir Iran, Teheran mengumumkan bahwa mereka telah menghentikan sebagian komitmennya di bawah kesepakatan. Iran juga memberi Eropa waktu 60 hari untuk memastikan kepentingan Teheran dilindungi berdasarkan perjanjian. Jika tidak, Teheran siap untuk mengambil langkah lebih lanjut untuk menghapus JCPOA.

Seiring pernyataan Macron,alih alih Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi pada logam Iran. Sanksi Logam mencakup besi, baja, aluminium dan tembaga.

Telah diwartakan pada 8 Mei 2018, Trump mengumumkan keputusannya untuk menarik diri dari perjanjian nuklir Iran 2015. Presiden Trump mengembalikan sanksi luas terhadap Teheran, termasuk sanksi sekunder. Sanksi sekunder tersebut menargetkan bisnis dan lembaga keuangan negara yang memiliki hubungan komersial dengan Republik Islam.

Namun Iran, China, Jerman, Prancis, Rusia, Inggris, dan UE menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kesepakatan nuklir Iran 2015 setelah Amerika Serikat hengkang.

sumber: Reuters