Elit Politik Sibuk Main Power Games, Pemuda Diimbau Beri Pencerahan Demokrasi

Direktur Al Mentra Institute, Karman BM

Jakarta, Sayangi.com – Para elit politik saat ini disibukkan dengan permainan power games untuk kedudukan politik dan cenderung mengabaikan aspirasi rakyat yang telah disalurkan secara konstitusional melalui Pemilu dan Pilpres 2019. Karena itu idealisme generasi muda perlu digerakkan untuk memberikan pencerahan nilai-nilai demokrasi untuk menyelamatkan kedaulatan rakyat.

Demikian antara lain pandangan Direktur Al Mentra Institute, Karman BM, dalam perbincangan di Jakarta, Jum’at (10/5) sore, menyikapi adanya upaya untuk mendelegitimasi hasil Pemilu 2019.

“Rekapitulasi berjenjang dari TPS sampai KPU RI nanti harus tetap jalan. Kita berikan dukungan untuk KPU RI untuk tuntaskan. Sudah Betul kata komisioner KPU, proses ini tidak boleh dihentikan oleh siapa pun,” kata Karman.

Karman menjelaskan, Pemilu serentak tahun 2019 bukan terjadi ujug ujug, melainkan amanat Undang Undang, yang notabene produk DPR 2014-2019 dari semua Partai Politik. Sehingga jika ada kekurangan merupakan tanggung jawab bersama untuk dikoreksi di Pemilu berikutnya dan tidak bisa ditimpakan hanya kepada pihak penyelenggara.

“Apakah mereka para anggota DPR tidak bisa proyeksi kemungkinan terburuk jika pemilu presiden dan legistlatif dilaksanakan barengan? Sehingga banyak korban dari penyelenggara pemilu,” katanya.

Terkait adanya pelanggaran maupun kecurangan, Mantan Ketua Umum GPII ini menilai, mekanisme konstitusional sudah ada untuk menyelesaikan pelanggaran pemilu sesuai aturan main. Dia mengecam segala upaya yang bertujuan menghambat proses rekapitulasi yang sedang dilakukan penyelenggara Pemilu.

“Puncaknya jika ada sengketa hasil silahkan ke MK. Tidak bisa dengan ngamuk ngamuk menghentikan rekap yang ada, dan minta diskualifikasi,” jelasnya.

Selanjutnya Karman mengimbau kepada pemimpin muda untuk tidak berpangku tangan dan mesti hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pencerahan.

“Ayo para pemimpin muda, hadir di tengah masyarakat, ikut memberikan pencerahan. Sampaikan pada mereka ini sebenarnya elit sedang bermain power games. Memainkan situasi demi keuntungan dan kedudukan mereka saja. Kecuali jika kita memang senang menonton keramaian ini?,” demikian Karman BM