Jinping Berujar Tudingan Benturan Peradaban dan Supremasi Rasial: Bodoh

Foto New York Time
Foto New York Time

Beijing,Sayangi.com- Relasi perdagangan yang memanas antara Amerika Serikat dan China ,Presiden Xi Jinping menyebut tidak ada benturan peradaban . Ia juga menyebut supremasi rasial sebagai tudingan yang bodoh di tengah ketegangan hubugan dengan Amerika Serikat (AS).
Presidem Xi Jinping juga mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatiran dengan kebangkitan kekuatan global China saat ini.

Pernyataan tersebut Xi Jinping ungkapkan sebagai tanggapan atas pernyataan seorang pejabat tinggi AS bulan lalu. Pejabat AS tersebut yang menggambarkan persaingan antara China dan AS sebagai “pertarungan dengan peradaban dan ideologi yang berbeda”.

Kiron Skinner, direktur perencanaan kebijakan di Departemen Luar Negeri AS, menyebut persaingan kedua negara dalam istilah rasial. Dia mengatakan pada forum keamanan bahwa China adalah “pesaing kekuatan besar AS pertama yang bukan Kaukasia”.

Pada upacara pembukaan Konferensi Dialog Peradaban Asia hari Rabu (15/5/2019)di Beijing, Xi berujar “Berpikir bahwa ras dan budaya seseorang lebih unggul, dan bersikeras mengubah atau bahkan mengganti peradaban lain adalah bodoh dalam pemahaman dan malapetaka dalam praktiknya.

Jika budaya manusia hanya mengambil satu corak maka dunia akan menjadi terlalu membosankan. Dunia menjadi tidak menarik, ujarnya sembari memuji kebajikan budaya yang beragam.

Orang no 1 China ini mengatakan telah mengunjungi banyak tempat di dunia. Bagi  Xi Jinping paling menarik adalah budaya dengan pesona yang berbeda. Ia memberi contoh kota kuno Samarkand di Asia Tengah, Kuil Luxor di Mesir, Sentosa di Singapura, Wat Phra Kaew di Thailand dan Acropolis of Athens di Yunani, dan sebagainya.

“Tidak ada bentrokan antara peradaban yang berbeda. Menurut Xi,hanya perlu memiliki mata untuk menghargai keindahan di semua peradaban,” tambahnya tanpa menyebut Amerika Serikat.

Pidato Xi Jinping pada Konferensi Dialog Peradaban Asia juga berfokus pada promosi kolaborasi lintas-budaya di seluruh wilayah. Xi Jinping mendesak negara-negara Asia lainnya untuk memperkuat kepercayaan budaya.

“Atas dasar prestasi gemilang yang diperoleh nenek moyang kita, kita akan berusaha untuk terus menulis kemuliaan baru peradaban Asia,” ungkapnya.

Himbaub Xi Jinping tersebut disampaikan kurang dari seminggu setelah negosiasi perdagangan antara Washington dan Beijing gonjang-ganjing. AS mengenakan tarif impor produk China senilai US$200 miliar dan menargetkan berikutnya sebesar US$300 miliar lebih.

Sebagai balasan pada Senin (13/5/2019), China mengumumkan menaikkan tarif barang-barang AS senilai US$60 miliar. Kenaikan tersebut akan dimulai 1 Juni mendatang.

sumber: Asian Time