Gerakan Indonesia Damai Imbau Semua Pihak Jaga Persatuan dan Hormati Hukum

Deklarasi Gerakan Indonesia Damai bertajuk "Merajut Persatuan, Memperkokoh Demokrasi Konstitusional" di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5). (Foto: Sayangi.com/Fahri).

Jakarta, Sayangi.com – Sejumlah aktivis Cipayung plus yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Damai mengimbau segenap elemen bangsa agar selalu menjaga kerukunan dan persatuan bangsa menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang.

Imbauan tersebut dibacakan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Saddam Al Jihad saat Deklarasi Gerakan Indonesia Damai bertajuk “Merajut Persatuan, Memperkokoh Demokrasi Konstitusional” di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5).

“Mari kita hiasi bulan Ramadhan yang suci ini dengan memperkuat silaturahmi antar anak bangsa, memperbanyak amal kebajikan, dan menyetop narasi-narasi bernuansa kebencian yang dapat memecah belah persatuan bangsa,” kata Saddam.

Saddam mengungkapkan, sebagai bangsa, Indonesia patut bersyukur telah dapat melaksanakan Pemilu 2019 secara damai, aman, dan jurdil. Partisipasi pemilih juga sangat tinggi, di atas 80 persen.

“Sejauh ini dunia internasional memberikan penilaian positif terhadap pelaksanaan Pemilu 2019 di Indonesia yang disebut sebagai pemilu terrumit di dunia karena karena menggabungkan secara serentak pemilu presiden dan pemilu legislatif dari tingkat pusat sampai tingkat daerah,” ujarnya.

Gerakan Indonesia Damai, kata dia, memberikan apresiasi kepada jajaran KPU dan Bawaslu, karena secara umum telah berhasil menyelenggarakan Pemilu 2019 dengan jurdil dan transparan.

Apresiasi juga layak diberikan kepada jajaran TNI-Polri yang telah mengawal jalannya Pemilu 2019 sehingga berlangsung aman dan lancar sejak masa kampanye hingga proses perhitungan saat ini.

Namin, lanjut dia, meskipun Pemilu 2019 secara umum berjalan baik, sebagai pewaris masa depan bangsa, pihaknya merasa risau melihat sejumlah masalah dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

“Berbagai penyakit lama yang menyertai pemilu di Indonesia masih marak terjadi, mulai dari praktik politik uang, praktik penggelembungan suara, hingga aparat negara yang tidak netral,” ungkapnya.

Tak lupa, dia juga menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas wafatnya 400 lebih petugas KPPS, serta hampir 4000 orang yang harus dirawat karena sakit akibat beban tugas yang berat.

“Berbagai masalah ini harus segera dievaluasi secara konprehensif untuk
menyempurnakan Pemilu mendatang agar dapat dilaksanakan dengan lebih baik,” katanya.

Sejumlah tokoh menghadiri deklarasi Gerakan Indonesia Damai di Tugu Proklamasi, Sabtu (18/5).

Dia juga mengimbau para peserta Pemilu 2019 agar dapat menyikapi hasil pemilu dengan bijak, sesuai komitmen Siap Menang dan Siap Kalah yang telah dideklarasikan sebelum pelaksanaan masa kampanye.

“Pemilu adalah jalan demokrasi, jalan damai bagi masyarakat untuk memilih pemimpin berdasarkan hukum dan aturan yang telah ditetapkan,” terangnya.

Menurutnya, ujian keberhasilan Pemilu bukan hanya diukur dari prosesnya, tapi juga terletak pada kesediaan para pihak yang mengikuti kontestasi untuk menerima hasil pemilu sebagai perwujudan dari kedaulatan rakyat.

Karenanya, kata dia, Gerakan Indonesia Damai menolak upaya delegitimasi terhadap KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu yang dibentuk sesuai amanat Undang-undang.

“Para peserta Pemilu 2019 yang merasa dicurangi atau diperlakukan tidak adil, sepatutnya menggugat atau menyelesaikan masalahnya dengan menggunakan mekanisme konstitusional seperti Bawaslu, DKPP, dan Mahkahmah Konstitusi. Bukan melakukan people power dengan mengerahkan massa dalam jumlah besar ke jalanan,” bebernya.

Dia menegaskan, people power dalam bentuk pengerahan massa ke jalanan untuk menolak hasil Pemilu, apalagi jika ditujukan sebagai bentuk pembangkangan terhadap pemerintahan yang sah, adalah langkah inkonstitusional.

“Kami menolak langkah people power seperti dimaksud karena berpotensi menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat,” tegasnya.
Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak untuk menjaga kedamaian pasca Pemilu 2019 dengan menjunjung tinggi norma hukum dan terus memperkuat solidaritas antar anak bangsa.

“Kami percaya bahwa seluruh jajaran TNI-Polri akan selalu solid bersatu menjaga ketertiban umum, memberi rasa aman di tengah masyarakat, mengawal konstitusi, dan menjaga keutuhan NKRI,” tandasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum Perhimpunan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bursah Zarnubi, Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie, Rais Syuriah PBNU KH Masdar F Masudi, Politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait, Direktur Lima Indonesia Ray Rangkuti, Pengamat Politik Adi Prayitno, serta Ketua Umum dan Mantan Ketua Umum Organisasi Mahasiswa Cipayung plus. Acara juga disemarakkan dengan kehadiran musisi Sam Bimbo.