Ray Rangkuti: Konflik Pemilu 2019, Konflik Orang Tua

Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, saat berbicara dalam deklarasi Gerakan Indonesia Damai di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti menjadi salah satu tokoh yang menandatangani deklarasi Gerakan Indonesia Damai. Deklarasi ini merupakan bentuk sikap dari mahasiswa, aktivis dan segenap elemen bangsa dalam menyikapi dinamika pasca perhelatan Pemilu 2019.

Di depan ribuan mahasiswa, Ray berpesan agar para pemuda melepaskan diri dari carut marut yang terjadi pasca Pemilu kemarin. Menurutnya, konflik yang terjadi saat ini merupakan konflik orang tua.

“Karena mereka tidak mungkin lagi memiliki masa depan di tahun 2024 mendatang. Oleh karena itu bisa dipahami, kenapa mereka ‘all out’ semua, jadi atau tidak jadi pada pemilu 2019 ini,” ujar Ray saat acara buka puasa bersama Gerakan Indonesia Damai dengan tema ‘Merajut Persatuan, Memperkokoh Demokrasi Konstitusional’ di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5).

Oleh karena itu, kata Ray, pemuda dan mahasiswa sebagai pemilik masa depan lebih baik memikirkan kontestasi pada 2024 mendatang. Mahasiswa dan pemuda diharapkan dapat menyampaikan aspirasi rakyat, melalui jalur DPR dan DPRD.

“Jadi kalau kita tidak bisa meluruskan keruwetan yang dibuat orang tua kita sekarang, kita tak punya potensi pada 2024,” jelasnya.

Pemuda dan mahasiswa juga diimbau untuk mengingatkan para generasi tua, agar jangan terlalu ribut menyikapi hasil Pemilu ini. Karena jika mereka sibuk ingin mengganti demokrasi konstitusional menjadi demokrasi jalanan, maka masa depan Indonesia akan gelap.

“Oleh karena itu kita harus katakan stop. Kalau anda tidak puas gunakan cara konstitusional,” tegas Ray.

Di sisi lain, Ray juga mengingatkan, para politisi jangan berupaya mereduksi kebebasan berpendapat dengan tuduhan makar. Karena tidak sudah jamannya lagi politik digunakan sebagai ajang gagah-gagahan.

“Jangan wariskan ke generasi muda ini politik gagah-gagahan, tapi wariskan ke anak muda ini politik berbudi, politik berakhlak,” tandasnya.

Dalam acara buka puasa bersama ini, turut hadir Ketua Umum Perhimpunan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bursah Zarnubi, Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie, Rais Syuriah PBNU KH Masdar F Masudi, Politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait, Pengamat Politik Adi Prayitno, Ketua Umum dan Mantan Ketua Umum Organisasi Mahasiswa Cipayung plus, serta ribuan mahasiswa dan pemuda. Acara juga disemarakkan dengan kehadiran musisi Sam Bimbo.