Jimly: Jadikan Bulan Ramadhan Momentum Menahan Diri Usai Pemilu

Jimly Asshiddiqie saat berbicara dalam acara Gerakan Indonesia Damai di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5). (Foto: Sayangi.com/Fahri)

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie mengajak semua pihak agar menahan diri untuk tidak saling mengejek kelompok lain yang berbeda pilihan politik dalam Pemilu 2019, terutama pilpres. Apalagi proses pemilu berakhir di bulan suci Ramadhan.

“Kita bersyukur akhir dari pemilu ini kita menghadapi suasana Ramadhan. Maka kita manfaatkan suasana Ramadhan ini untuk mengelola rasa gembira, rasa kecewa, setelah pemilihan umum,” kata Jimly dalam acara Buka Puasa Bersama Gerakan Indonesia Damai di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5).

Jimly mengajak agar semua anak bangsa agar memanfaatkan momentum Ramadhan dengan penuh sukacita dan kegembiraan. Di saat yang sama juga harus bisa mengelola rasa kecewa bila kalah dalam Pemilu.

“Pemilihan umum ini kan cuma cara, metode untuk memilih pemimpin. Dan semua proses pemilu ada mekanisme. Harus bisa diselesaikan dengan baik,” ungkap Ketua Umum ICMI itu.

“Kalau misalnya ada ditemukan kecurangan di sana, kecurangan di sini, sudah ada mekanismenya, sudah ada Bawaslu, sudah ada DKPP,” tambahnya.

Dia juga berharap kepada semua tokoh bangsa agar berhati-hati mengeluarkan pernyataan. Jangan sampai menyinggung pihak lain, yang mengakibatkan suasana menjadi panas.

“Buatlah statemen yang menyejukkan, jadikan bulan Ramadhan ini meneduhkan. Yang menang, jadilah pemenang yang terhormat, dan yang kalah juga kalah dengan terhormat,” ucapnya.