17 Orang Luka Terkena Ledakan Bom Dekat Piramida Giza

Giza Sayangi.com-Ledakan bom telah menghantam bus wisata di daerah dekat piramida Giza, Mesir, Ahad (19/5) waktu setempat. Akibat ledakan tersebut 17 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Pengeboman kali ini menjadi pukulan baru bagi industri pariwasata negara Mesir. Dilaporkan Bom meledak di pinggir jalan, saat bus tengah melaju ke arah Giza. Ledakan tersebut juga melukai orang Mesir yang berada di sekitar sumber ledakan.

Pihak kepolisian Giza melaporkan, sebuah bom meledak. Ledakan bom menghancurkan jendela bus yang mengangkut 25 orang termasuk dari Afrika selatan. Selain itu ledakan juga berimbas kepada sebuah mobil pribadi dengan empat orang warga Mesir di dalamnya.

Rekaman video di tempat kejadian menunjukkan, sebuah jendela bus dan mobil pecah dan berada di pinggir jalan. Pihak kepolisian mengatakan, korban luka terkena goresan pecahan kaca langsung dilarikan ke rumah sakit.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Afrika selatan, Ndivhuwo Mabaya membenarkan, warga Afrika Selatan terlibat dalam ledakan. Meski tidak merinci soal identitas, dan jumlahnya.

Insiden pada Ahad kemarin terjadi setelah tiga wisatawan Vietnam dan satu pemandu wisata Mesir terbunuh akibat ledakan bom yang juga meledak di pinggir jalan. Bom mengenai bus yang ditumpangi korban pada Desember lalu. Insiden kali ini juga bertepatan sebulan sebelum Piala

Mesir sejak lama berjuang melawan pemberontakan di wilayah Sinai Utara yang bergolak menyusul penggulingan militer Presiden Islam pada 2013, Mohamed Morsi yang kala itu digantikan oleh mantan jenderal militer Abdel Fattah al-Sisi.

Sejak pertama kali terpilih pada 2014, Sisi mengedepankan perlawanan terhadap teroris. Sisi juga menjanjikan stabilitas dan peningkatan keamanan di wilayah yang sangat terkenal dengan piramidya itu.

Baru-baru ini pun industri vital negara Mesir mulai perlahan bangkit, usai mengalami kemunduran karena serangan mematikan yang menargetkan turis pada 2011. Serangan tersebut merupakan cara  untuk menggulingkan penguasa lama Hosni Mubarak.

sumber: Asia News Channel