Beredar Video S-300 Dari Iran Menuju Teluk Persia

Sistem pertahanan S300 milik Iran. Foto Track Persia
Sistem pertahanan S300 milik Iran. Foto Track Persia

Teheran,Sayangi.com- Sebuah video muncul di media sosial yang diduga memperlihatkan kendaraan Iran mengangkut sistem pertahanan udara S-300. Video tersebut juga memperlihatkan peralatan militer lainnya menuju kota pantai Asaluyeh. Wilayah ini dibawah provinsi Bushehr selatan,tepatnya daerah di sepanjang Teluk Persia.

Video yang berdurasi 1 menit itu, mmepertunjukan konvoi truk yang membawa sejumlah peralatan militer. Peralatn militer tersebut diantaranya sistem pertahanan udara S-300 seperti dilansir dari Sputnik, Kamis (23/5/2019). Saat dimintai keterangan awak media pihak militer Iran belum mengkonfirmasi atau membantah pemindahan tersebut.

Diwartakan sebelumnya pejabat senior Iran berulang kali telah menekankan bahwa Teheran tidak mencari perang dengan AS. Teheran hanya bersikap dan akan terus menolak tekanannya.

Kepada CNN Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan Washington memainkan “permainan yang sangat, sangat berbahaya”. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatkan kehadiran militernya di sekitar otoritas Iran.

Zarif juga mengatakan “Memiliki semua aset militer di jalur air kecil ini dengan sendirinya mudah mengalami kecelakaan. Hal ini terutama ketika Anda memiliki orang yang tertarik dengan kecelakaan. Jadi kehati-hatian yang ekstrem diperlukan dan Amerika Serikat memainkan permainan yang sangat, sangat berbahaya,ujarnya.

Hubungan antara Iran dan AS diperburuk oleh penarikan sepihak Washington dari perjanjian nuklir 2015. Serta dan pemberlakukan kembali semua sanksi Washington kepada Teheran.

Pada 8 Mei 2019, tepat satu tahun setelah penarikan AS dari perjanjian nuklir internasional 2015, Presiden Iran Hassan Rouhani mengumumkan bahwa Iran akan menangguhkan sebagian kewajibannya berdasarkan kesepakatan tersebut.

Lima negara penandatangan yang tersisa diantaranya : Prancis, Rusia, Inggris,dan Jerman, serta China. Kelima negara ini memberikan tenggat waktu 60 hari untuk Iran. Tenggang massa diberikan untuk mengambil tindakan guna memastikan kepentingan Teheran dalam menghadapi hukuman AS.

 

Sumber : Sputnik