Bursah Zarnubi: Potret Politik Indonesia Masih Dalam Transisi Demokrasi

Ketua Umum PGK Bursah Zarnubi ketika memberikan pengantar pada acara Buka Bersama dan Tausiyah di DPP PGK Jakarta, Sabtu (25/5).

Jakarta, Sayangi.com – Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) mengadakan buka puasa bersama di DPP PGK, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5). Tema buka puasa dan tausiyah kali ini ialah “Ramadhan dan Amal Sholeh Sosial Politik”.

Ketua Umum PGK Bursah Zarnubi menyoroti tentang, suhu politik Indonesia yang sempat menghangat pasca penetapan Presiden dan Wakil Presiden pemenang Pemilu versi KPU.

Menurut Bursah, perbedaan pandangan politik dalam iklim demokrasi sangat lumrah adanya. Hal itu menjadi masalah karena demokrasi Indonesia masih dalam tahap transisi dan belum menemui konsolidasi.

“Pelajaran kita semua ke depan karena transisi kita ini masih berjalan, dan belum menemui konsolidasi,” ujar Bursah.

Selain itu, kata Bursah, peran partai politik di Indonesia juga belum berkembang. Selama ini partai hanya berfungsi sebagai alat transit untuk menciptakan kekuasaan, bukan mengakomodir kepentingan rakyat.

“Maka yang terjadi adalah tidak adanya kepercayaan terhadap lembaga politik dan instrumen demokrasi yang diciptakan masyarakat. Jadi masyarakat tidak mengikuti prosedur demokrasi yang sudah disepakati,” jelasnya.

Belum mapannya demokrasi di Indonesia, sambung Bursah, juga terlihat dari ketidaksiapan masyarakat menerima hasil proses demokrasi. Padahal jika di negara yang sudah masuk tahap demokrasi konsolidasi, kalah menang merupakan hal yang biasa.

“Budaya kita susah menerima kalah dan menang, ini tanda kita masih transisi demokrasi. Kalau kita sudah masuk tahap demokrasi konsolidasi pembelahan itu biasa, seperti yang terjadi di Amerika,” paparnya.

Lebih jauh Bursah juga mengapresiasi kinerja Polri dan TNI yang solid dalam menjaga kondusifitas usai Aksi 22 Mei lalu. Dia berharap kondisi kondusif ini terus berlanjut hingga pengangkatan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, pada Oktober nanti.

“Kita doakan bangsa kita tetap maju, lupakan perbedaan, kita fokus ke Indonesia yang maju. Siapapun yang menang dan kalah itu pemimpin kita, kader terbaik bangsa,” tandasnya.

Acara buka puasa bersama dan tausiyah ini juga turut dihadiri oleh cendekiawan Muslim, Yudi Latief, Ustadz HM Syauqi MA dan ratusan kader PGK dari berbagai kampus.