Saran Ahli Gizi Agar Tetap Bugar Usai Ramadhan

Foto Aini Sastra
Foto Aini Sastra

Sleman,Sayangi.com- Bulan Ramadhan telah usai. Setelah berpuasa selama sebulan, tubuh pun harus beradaptasi pada kebiasaan makan sebelum Ramadhan. Ahli gizi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Mirza Hapsari Sakti membagikan tips tetap sehat usai Ramadhan.

Lewat pers release, Mirza mengatakan setelah Ramadhan sebaiknya pola makan perlu diperhatikan. Ini karena lambung masih dalam penyesuaian usai berpuasa selama 30 hari. “Saat puasa banyak terjadi perubahan pola makan baik itu dari sisi jam, frekuensi, jumlah, dan jenis makanan.

Dr Mirza menyarankan untuk melakukan penyesuaian secara perlahan-lahan dari bulan puasa ke pola makan rutin biasa. Proses adaptasi lambung untuk kembali normal mencerna sesuai pola makan sebelum puasa membutuhkan waktu sekitar satu pekan.

Tidak hanya itu, Mirza meminta masyarakat untuk tidak ‘balas dendam’ saat makan dengan melahap porsi yang jauh lebih besar. “Jangan kalap lalu semua makanan dimakan,” ujar Sekretaris Program Studi S1 Gizi Kesehatan UGM ini.

Tidak dipungkiri saat Lebaran banyak tersaji makanan lezat seperti aneka macam olahan daging dan kue-kue manis. Memang yang paling berat saat bersilaturahim ke keluarga pasti akan ditawari makan berat. Usahakan tetap makan sebagai bentuk penghormatan tetapi dalam porsi sedikit, jangan porsi makan pada umumnya,” imbuhnya.

Sedangkan untuk cemilan seperti kue-kue kering, Mirza menyarankan sebaiknya tidak mengkonsumsinya terlalu sering layaknya makan kacang. Kue-kue kering seperti nastar, kastengel, dan sejenisnya memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi.

Bagi orang dengan pembatasan lemak seperti penderita diabetes dengan komplikasi, jantung, dan hiperkolesterolemia diharapkan untuk menghindari makanan berlemak. Dia menyarankan masyarakat untuk menyediakan buah-buahan dan sayuran untuk menjamu orang dengan masalah pembatasan lemak.

Dia juga menekankan pentingnya berolahraga sebab banyak orang berhenti berolahraga di bulan Ramadhan. Hal itu perlu dilakukan karena kebanyakan pasiennya mengalami penambahan berat badan sekitar tiga hingga empat kilogram setelah Ramadhan.