Waspadai Jam Kerja Berlebih Pengaruhi Resiko Stroke

Ilustrasi Lembur Kerja. Foto Irish News
Ilustrasi Lembur Kerja. Foto Irish News

Jakarta,Sayangi.com- Kerja lembur mungkin sudah menjadi santapan sehari-hari bagi banyak pekerja. Namun pekerja sebaiknya lebih memperhatikan jam kerja ketika memutuskan lembur. Jam kerja yang panjang dan berlangsung secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko strok.

Tim peneliti asal Prancis menemukan “Semakin lama melakukan jam kerja yang panjang (lembur) tubuh semakin tinggi risiko terhadap strok,” ungkap tim peneliti asal Prancis seperti dilansir WebMD belum lama ini.

Hubungan antara durasi kerja dan risiko strok ini terungkap melalui sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Stroke. Studi ini melibatkan sekitar 144 ribu partisipan berusia 18-69 tahun.

Dilansir dari WebMD Rabu (26/6) berdasarkan studi, tim peneliti Prancis mengungkapkan bahwa pekerja jam panjang (lembur) memiliki risiko terkena strok 29 persen lebih lama. Pekerja yang terbiasa melakukan pekerjaan tersebut setidaknya selama 10 tahun akan memiliki risiko strok 45 persen lebih besar.

Lembur yang dimaksud dalam studi ini adalah waktu bekerja yang lebih panjang dari normal. Seseorang dikatakan melakukan pekerjaan panjang bila bekerja lebih dari 10 jam per hari sebanyak minimal 50 hari per tahun.

Hubungan kuat antara bekerja dalam jangka waktu lembur dengan risiko strok ini berlaku pada semua gender. Pengaruh jam kerja terhadap risiko strok ini lebih kuat pada laki-laki ataupun perempuan berusia di bawah 50 tahun.

Direktur Ahmanson UCLA Cardiomyopathy Center, Gregg Fonarow, mengatakan jam kerja lembur akan membuat pekerja lebih sedikit melakuan aktivitas fisik. Fonarow menerangkan Jam kerja yang panjang juga cenderung menuntut pekerja untuk duduk lebih lama . Dan jam lembur rentan terpapar stres yang lebih besar serta mengalami gangguan pada tidur..

Pekerja yang memiliki jam kerja panjang juga cenderung kurang memperhatikan kesehatan kardiovaskular masing-masing. Karena itu, Fonarow menilai perhatian lebih besar dibutuhkan untuk memodifikasi faktor risiko kardiovaskular pada pekerja long hours.

Fonarow meyakini bahwa sangat mungkin bagi pekerja long hours untuk menjaga kesehatan. Dengan modifikasi gaya hidup yang baik, Fonarow mengatakan pekerja long hours bisa menurunkan risiko strok maupun serangan jantung yang menghantui.

Saran Fonarow bagi yang suka lembur, Jaga tekanan darah yang sehat, berat badan sehat, kadar kolesterol sehat. Tak lupa lakukan aktivitas fisik yang cukup,” tutur Fonarow.

sumber: merriam-webster.com