Kopi Berpotensi Mencegah Diabetes Dan Obesitas

Foto Getty Image
Foto Getty Image

Jakarta, Sayangi.com- Study terbaru menjadikan orang yang memiliki kebiasaan minum kopi akan semakin punya alasan untuk mempertahankan hobinya. Peneliti Univesity of Nottingham, Inggris, menemukan jika meminum kopi dapat menstimulasi produksi ‘lemak-coklat.Kandungan lemak coklat berfungsi membuat tubuh memerangi lemaknya sendiri.

Dilansir Science Daily, penelitian yang dimuat di jurnal Scientific Reports, Senin (24/6), tersebut merupakan penelitian pertama yang dilakukan pada manusia.

Lemak-coklat atau Brown adipose tissue (BAT), adalah salah satu dari dua jenis lemak yang ditemukan di manusia dan mamalia lainnya. Namun sebelumnya para peneliti mengira lemak ini hanya ada di tubuh bayi dan mamalia yang memiliki kemampuan hibernasi.

Belakangan, terungkap jika manusia dewasa juga dapat memiliki lemak-coklat. Zat ini memiliki fungsi menghasilkan panas tubuh dengan membakar kalori. Fungsi itu berkebalikan dari lemak-putih yang berfungsi menyimpan kelebihan kalori.

Dilaporkan Orang dengan Indeks Massa Tubuh (BMI) yang lebih rendah memiliki lemak-coklat yang lebih tinggi. Professor Michael Symonds, dari the School of Medicine di University of Nottingham yang menjadi salah satu pemimpin penelitian itu mengatakan,

“Ini adalah penelitian pertama pada manusia yang menunjukkan sesuatu seperti secangkir kopi dapat memberi dampak langsung pada fungsi lemak-coklat. Orang sering menyebut Lemak cokelat,sebagai lemak “baik” yang membantu tubuh mengubah nutrisi menjadi energi dan menghasilkan panas.

Para ahli medis mengasosiasikan lemak putih dengan obesitas dan gangguan metabolisme seperti diabetes dan masalah kesehatan yang kian mengkhawatirkan. Obesitas akan semakin meningkatkan penyakit diabetes, dan lemak-coklat berpotensi menjadi bagian untuk solusi itu,”.

Lebih lanjut ia menjelaskan jika penelitian itu masih butuh riset lanjutan untuk mengetahui bahan pada kopi yang bertanggung jawab atas stimulus pada lemak-coklat.Lemak cokelat memetabolisme makanan menjadi energi dengan mengaktifkan apa yang disebut uncoupling protein 1 (UCP1), yang ada di mitokondria dari jaringan adiposa cokelat.

Beberapa peneliti telah menyarankan bahwa mendorong tubuh untuk mengubah lemak putih menjadi lemak cokelat bisa menjadi cara yang sukses untuk melawan obesitas. Dan penelitian ini telah berfokus pada jalur spesifik yang dapat memfasilitasi proses pembakaran lemak ini. Penelitian sebelumnya telah mengkaitkan konsumsi kafein dengan penurunan berat badan dan pengeluaran energi yang lebih.

Lebih lanjut para peneliti menjelaskan jika penelitian itu masih butuh riset lanjutan untuk mengetahui bahan pada kopi yang bertanggung jawab atas stimulus pada lemak-coklat. Para eneliti masih belum mengetahui apakah kafein atau bahan lainnya pada kopi yang menjadi stimulus. Sebab itu pula para tim ini saat ini tengah menguji kerja kafein dengan menggunakan suplemen kafein.

 

sumber : nottingham.ac.uk