Tak Suka Makan Aneka Sayur?,Cukup Penuhi Dengan Makan Brokoli

Sayuran brokoli banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Foto Pinterest
Sayuran brokoli banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Foto Pinterest

London,Sayangi.com- Kabar baik bagi insan yang tidak suka makan sayur. Menurut dr. Rangan Chatterjee, dokter di Inggris dan pengarang buku The Four Pillar Plan, jika tidak bisa mengonsumsi semua jenis sayuran, maka hanya perlu makan brokoli.

Chatterjee menuliskan sebuah artikel yang dimuat di Daily Mail “Brokoli merupakan penyelamat hidup,” Dokter berdarah India ini mengatakan, sayuran hijau ini meningkatkan jumlah bakteri usus manusia yang baik bagi sistem kekebalan tubuh dan kesehatan pencernaan.

“Saat melewati usus kecil, bakteri baik itu membantu menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh. Lalu kemudian, serat dari brokoli yang tidak dapat dicerna, berjalan menuju usus besar – di mana sebagai besar bakteri usus berada. Di sana, mereka berpesta dengan serat dan membut asam lemak rantai menjadi pendek,” papar Chattterjee.

Sayuran Brokoli berasal dari keluarga sayuran ‘cruciferous’. Keluarga sayuran ‘cruciferous’ terkenal akan kekuatannya melawan kanker. Mengonsumsi sayuran ini dalam jumlah banyak dikaitkan dengan penurunan risiko kanker, terutama kanker paru dan usus besar.

Peneliti menemukan fakta bahwa sulforaphane yang terkandung dalam brokoli adalah senyawa mengandung sulfur. Zat inilah membuat rasa sayuran ‘cruciferous’ agak pahit. Zat sulfur dapat menghambat enzim histone deacetylase (HDAC) yang terlibat dalam peningkatan sel kanker.

Sementara itu kurangnya asupan sayuran menyebabkan kekurangan vitamin K. Kekurangan vitamin K dapat meningkatkan risiko patah tulang. Oleh karenanya untuk memenuhi vitamin K dalam tubuh konsumsilah brokoli. Dalam satu cangkir brokoli cincang terdapat 92 mikrogram vitamin K. Jumlah tersebut cukup untuk kebutuhan harian.

Sayuran Brokoli dapt memnuhi kebutuhan kalsium pada tubuh. Dalam satu cangkir Brokoli terdapat 43 miligram kalsium yang cukup memenuhi kebutuhan harian kalsium.
Sumber: New York Post