Bursa Caketum Golkar: Bamsoet Terima Dukungan dari Maluku

Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo
Bambang Soesatyo (Foto: Sayangi.com)

Jakarta, Sayangi.com – Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo menerima dukungan tertulis dari DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru, Maluku, untuk maju sebagai Calon Ketua Umum (Caketum) DPP Partai Golkar periode 2019-2024.

Dukungan DPD II Kabupaten Buru Maluku disampaikan langsung Ketua DPD yang juga Bupati Kabupaten Buru Ramly Umasugi di Rumah Dinas Ketua DPR RI, di Jakarta, Minggu (30/6) malam.

Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya mengaku bersyukur atas dukungan untuk dirinya terus berdatangan setiap hari dari berbagai DPD seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah setiap hari ada dukungan masuk dari daerah-daerah. Semakin banyak dukungan yang masuk, semakin menambah keyakinan saya untuk mempertimbangkan sebagai Caketum Partai Golkar,” kata Bamsoet.

Dia mengatakan niatnya maju sebagai Caketum Partai Golkar didasari keinginan menyelamatkan Partai Golkar karena semua perwakilan DPD Partai Golkar yang telah bertemu dengan dirinya memiliki hampir keprihatinan yang sama terhadap partai tersebut.

Bamsoet yang merupakan Bendahara Umum Partai Golkar 2014-2016 itu mengatakan DPD Golkar meminta agar dalam kepengurusan baru tidak ada lagi Plt yang bersifat pemaksaan.

“Saya sepakat dengan aspirasi zero Plt. Kalau ada pelanggaran di daerah, tugas DPP untuk membina bukan melakukan Plt,” katanya.

Ketua DPD II Golkar Kabupaten Buru, Maluku Ramly Umasugi mengatakan sekitar 75 persen DPD II Golkar di Maluku mendukung Bambang Soesatyo maju Ketua Umum Golkar pada Munas nanti.

“Beberapa kabupaten kota di Maluku semua telah bersepakat untuk menyatakan sikap dukungannya nanti pada saat pelaksanaan Munas Golkar, kita akan menyerahkan dukungan kepada Bambang Soesatyo,” ujarnya.

Ramly mengatakan dukungan kepada Bamsoet diberikan karena dirinya mendengar aspirasi dan suara arus bawah dan teman-teman pengurus Golkar di wilayah Indonesia Timur yang menginginkan adanya perubahan di tubuh partai Golkar setelah melakukan evaluasi kepemimpinan saat ini.

Dia mencontohkan salah satu yang dievaluasi adalah perolehan suara pemilihan legislatif yang menurun dan kondisi di internal yang dinilai perlu ada perbaikan.

“Ini didasari atas kesepakatan, evaluasi dan perenungan bersama untuk lebih membesarkan Partai Golkar ke depan, lebih menyentuh rakyat dan lebih mendapatkan simpati masyarakat,” ujarnya.

Dia menjelaskan alasan mendorong sosok Bamsoet adalah kinerjanya selama ini menjadi pimpinan di parlemen yang sudah banyak menyelesaikan beberapa undang-undang termasuk UU MD3 dan dekat dengan arus bawah Golkar serta merakyat.

Dia berharap kepada Bamsoet ketika kelak terpilih, agar tetap istiqomah terhadap trah perjuangan partai Golkar dan istiqomah terhadap karakter dirinya sebagai seorang tokoh partai sehingga menjadi panutan kader.