Densus 88 Tangkap Amir Jammah Islamiah di Bekasi

Jakarta, Sayangi.com – Densus 88 Antiteror meringkus lelaki bernama Para Wijayanto (PW) alias Abu Askari, alias Ahmad Arief alias Ahmad Fauzi Utomo di sebuah hotel di kawasan Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (29/6). Diketahui, Para merupakan anggota Jamaah Islamiah (JI).

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut, Para merupakan salah satu Amir (pemimpin) JI di Indonesia. Sebelum menjadi Amir, Para pernah menjabat posisi intelijen dan militer di organisasi tersebut.

“Setelah Amir sebelumnya ditangkap, PW langsung dibaiat untuk menjadi JI Indonesia. JI ini lebih tua dari pada ISIS dan berafiliasinya ke organisasi Al-Qaeda,” ujar Dedi di Mabes Polri, Senin (1/7).

Dedi menjelaskan, sepak terjang Para di dunia terorisme tanah air cukup panjang. Saat terjadi konflik di Poso, ia yang menyuplai keperluan perang dan logistik di sana.

“Saat kejadian kerusuhan di Poso juga sebagai pendukung baik operasional dan logistik selama tahun 2005 dan 2007,” jelasnya.

Lebih lanjut Dedi juga menerangkan, jika Para memiliki kompetensi dalam merakit bom. Selain itu, Para juga diketahui merupakan sarjana teknik sipil dari sebuah universitas ternama di Pulau Jawa.

“Dari sisi kompetensi yang bersangkutan memiliki kemampuan merakit bom dan kemampuan intelijen lain,” katanya

Sebelumnya, Para diringkus bersama istrinya yang bermama Masitha Yasmin dan seorang penghubung bernama Budi Suyoso, Sabtu (29/6). Pada keesokan harinya, Densus 88 turut menangkap dua terduga teroris lainnya yang bernama Abdurahman dan Budi Tri alias Khaidir alias Gani.

Abdurahman yang merupakan tangan kanan Para diciduk di kawasan Kota Bekasi, Jawa Barat. Sementara, Budi Tri yang merupakan pimpinan Jamaah Islamiah Jawa Timur diciduk di kawasan Ponorogo, Jawa Timur.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa satu ton bahan peledak dan bom jenis yang sama saat bom di Solo. Selain itu, Densus juga mengamankan sejumlah kartu ATM.