Benda Asing Paksa Korsel Kirimkan Pesawat Jet ke DMZ

Foto The Straits Times
Foto The Straits Times

Seoul,Sayangi.com- Militer Korea Selatan (Korsel) mengatakan ternyata benda asing yang berada di Demilitarized Zone (DMZ) hanya sekawanan burung. Kondisi tersebut telah membuat mereka meluncurkan pesawat jet ke wilayah ini.

Militer Korsel sempat memperingatkan para jurnalis untuk mendekteksi benda tak dikenal yang terbang di perbatasan dengan Korea Utara (Korut) atau yang disebut dengan Demilitarized Zone (DMZ).Hal itu membuat media berusaha mencari tahu kabar sebenarnya.

Satu hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un mengadakan pertemuan di sana. Korsel mengumumkan ada benda tak dikenal yang terbang di perbatasan tersebut.

Militer Korsel mendapat kecaman atas kemungkinan adanya celah keamanan. Koreas Selatan telah gagal mendekteksi kapal yang membawa empat warga Korut hingga akhirnya tiba di pelabuhan negara mereka. Para pengamat mengatakan tampaknya informasi tentang objek tidak dikenal itu untuk menghindari kritikan serupa.

Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Korsel, Senin (1/7) kemarin menyebutkan Radar menemukan jejak terbang objek tak teridentifikasi,” Bahkan Media Korsel mengutip pejabat militer Korsel yang langsung berspekulasi objek tersebut sebagai helikopter Korut yang terbang menyeberang ke Korsel.

Namun seorang pejabat pemerintah Korsel mengatakan pilot-pilot pesawat jet yang diminta untuk memeriksa tidak menemukan objek apa pun kecuali 20 burung yang terbang di atas DMZ. Pejabat tersebut meminta namanya tidak disebutkan karena tidak berwenang untuk berbicara kepada media tentang isu tersebut.

Pejabat itu mengatakan Korsel sudah mengirimkan pesan kepada Korut tentang pesawat jet yang mereka kerahkan untuk menghindari ketegangan yang tidak diperlukan.

Jru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan Lee Sang-min menyebutkan Seoul berharap momentum diplomatik pertemuan Trump dan Kim di DMZ dapat membantu dialog antar-Korea. Dan pertemuan tersebut diharapkan mampu mengurai kebuntuan negosiasi denuklirisasi Semenanjung Korea.

“Karena itu diharapkan negosiasi nuklir antara Washington dan Pyongyang akan bangkit kembali. Untuk itu pemerintah Korsel akan memperkuat upayanya untuk menciptakan siklus yang baik antara antar-Korea, denuklirisasi, dan hubungan Korea Utara-AS.

Sumber : AP