Dilaporkan oleh Kivlan Zen, M. Iqbal: Silakan Saja, Kita Serahkan ke Propam

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal. (Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal dilaporkan ke Propam oleh tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal, Kivlan Zen. Pihak Kivlan menuding Iqbal telah menyebarkan berita bohong atau hoaks.

Selain itu, Kivlan juga melaporkan Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi dan Kompol Pratomo Widodo. Ketiganya dilaporkan terkait pelaksanaan konferensi pers di kantor Kemenkopolhukam beberapa waktu lalu.

“Kami datang berdasarkan kuasa Pak Kivlan untuk melaporkan hoaks yang diberitakan Iqbal dan AKBP Ade Ary pada 11 Juni 2019 di Kemenkopolhukam,” ujar kuasa hukum Kivlan, Tonin Tachta Singarimbun ketika dikonfirmasi, Selasa (9/7).

Tonin menjelaskan, berita hoaks yang dimaksud kliennya ialah soal dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan rencana pembunuhan sejumlah tokoh. Menurutnya, Kivlan tidak terlibat dengan rencana tersebut.

“Iqbal beberapa kali juga menyebarkan berita senjata yang dikaitkan dengan senjata padahal Kivlan Zen tidak terkait dengan itu,” katanya.

Terpisah, Irjen Pol M Iqbal menanggapi dengan santai soal laporan yang menyeret namanya. Menurutnya, hak setiap warga negara untuk melapor jika ada yang dianggap melanggar hukum.

“Silakan melaporkan dugaan apapun yang dilakukan oleh anggota kepolisian. Termasuk saya selaku Kadiv Humas menyampaikan informasi. Kami serahkan kepada Propam,” kata Iqbal.

Saat ditanya soal penangguhan penahanan Kivlan, Iqbal tidak menanggapi terlalu banyak. Menurutnya penangguhan penahanan merupakan hak subjektif dari penyidik.

“Jadi penyidik berwenang untuk mengabulkan dan tidak. Jika tidak dikabulkan, berarti menurut penyidik tidak kooperatif,” terangnya.

Seperti diketahui, enam tersangka yang telah ditahan juga sudah memberikan testimoni terkait dugaan adanya keterlibatan Kivlan Zen merancang pembunuhan terhadap empat tokoh nasional. Mereka yang menjadi target di antaranya Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menkopolhukam Wiranto, Kepala BIN Budi Gunawan, serta Staf Khusus Presiden Bidang Intelkam Gories Mere.

Kivlan sendiri sudah mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polda Metro Jaya atas status tersangkanya ke PN Jakarta Selatan. Praperadilan yang diajukan oleh Kivlan didaftarkan dengan nomor 75/pid.pra/2019/pn.jaksel.