Tiongkok Lakukan Tindakan Represif Terhadap Gereja

Liao Qiang dan keluarganya berniat mengajukan Suaka ke Amerika Seikat. Foto Reuters
Liao Qiang dan keluarganya berniat mengajukan Suaka ke Amerika Seikat. Foto Reuters

Taipei,Sayangi.com- Ibadah di gereja pada Minggu di sebuah gereja sederhana di Taiwan menyentuh hati Liao Qiang. Ini adalah pertama kalinya ia beribadah lagi, sejak pihak berwenang menutup gerejanya di China tujuh bulan lalu.

Liao Qiang yang berusia 49 tahun bersama 5 orang anggota keluarganya yang merupakan anggota dari Early Rain Church, pekan lalu lari dari Daratan Tiongkok dan datang ke Taiwan.Warga China ini melarikan diri ke Taiwan bersama lima anggota keluarganya.

Dia dan putrinya yang berusia 23 tahun, Ren Ruiting, menggambarkan mereka hidup di bawah pengawasan ketat selama tujuh bulan terakhir, setelah pihak berwenang menahan mereka dan puluhan anggota gereja mereka yang tidak disetujui pemerintah pada Desember.Sementara Pendeta Wang Yi ditahan karena tuduhan subversi kekuasaan negara.

Partai Komunis China yang berkuasa telah melakukan penumpasan luas terhadap semua lembaga keagamaan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk menghancurkan gereja dan masjid, melarang anak-anak Tibet belajar agama Budha dan memenjarakan lebih dari satu juta anggota etnis minoritas Islam, dalam apa yang disebut “pusat-pusat re-edukasi.”

Presiden dan pemimpin partai Xi Jinping memerintahkan bahwa semua agama harus “dengan pengaruh China” untuk memastikan mereka setia kepada partai ateis yang resmi.

Liao Qiang dan keluarganya berharap dapat mengajukan suaka perlindungan dari Amerika Serikat, selama masa proses akan tinggal di Taiwan.Saat ini Taiwan Association for Human Rights tengah mengupayakan berbagai cara untuk membantu keluarga ini.

sumber: Radio Taiwan Internasional