Bungkusan Kokain Mengambang di Pantai Filipina

Ilustrasi: Penyelundupan narkoba

Manila,Sayangi.com- Dalam beberapa bulan terakhir, bungkusan kokain berbentuk balok banyak terapung di wilayah pantai timur Filipina. Pada akhir pekan lalu, tujuh bungkusan kokain ditemukan mengambang di dekat pantai di Provinsi Quezon. Polisi mengatakan, kemungkinan obat-obatan terlarang itu menuju Australia.

Polisi mengatakan, kemungkinan obat-obatan terlarang itu menuju Australia, di mana permintaan kokain di negara tersebut cukup tinggi. Pada Ahad (7/7) lalu, sebuah keluarga sedang berpiknik di tepi laut di Kota Muban, Quezon dan melihat tujuh benda mengambang di dekat pantai.Setelah menyadari benda-benda yang mengapung itu adalah kokain, mereka langsung menghubungi polisi setempat.

Direktir Kepolisian Quezon, Ramil Montilla mengatakan kepada Manila Bulletin, paket-paket berisi kokain tersebut dibungkus dengan selotip. Kotak berisi Kokain tersebut diberi label minuman berenergi. Montilla mengatakan, paket-paket kokain tersebut diperkirakan bernilai sekitar 35 juta peso.

Jumlah ini terbilang kecil dibandingkan dengan serangkaian temuan obat-obatan serupa pada Februari lalu, di Kepulauan Dinagat, Surigao, Camarines Norte dan Quezon. Saat itu temuan kokain mencapai 472 juta peso. Sebagai stimulan, Polisi di wilayah Surigao menawarkan imbalan sekarung beras bagi setiap bungkusan kokain yang diserahkan.

Kemudian pada Mei lalu, para nelayan menemukan 39 blok kokain ketika mereka sedang memancing di perairan provinsi Sorsogon. Sebanyak 39 blok kokain ini diperkirakan memiliki nilai lebih dari empat juta dolar AS.

Pada September 2018, 500 kilogram kokain dengan nilai 300 juta dolar AS ditemukan oleh polisi di Kepulauan Solomon. Temuan itu kemungkinan merupakan bagian dari paket yang akan dikirim ke Australia, namun dibuang ke laut karena para penyelundup menghindari pengejaran polisi.

Seorang rekan di Drug Policy Project di Institute for Policy Studies, Sanho Tree mengatakan, ada beberapa alasan bungkusan-bungkusan kokain tersebut mengambang di perairan Filipina. Alasan tersebut antara lain, bungkusan kokain itu menjadi bagian dari pengiriman yang hilang oleh penyelundup.

Philippine Drug Enforcement Agency (PDEA) meyakini, bungkusan kokain yang mengambang tersebut digunakan oleh sindikat narkoba sebagai taktik pengalihan. Hingga saat ini, petugas fokus untuk melakukan operasi dan mengumpulkan semua bungkusan kokain yang mengambang di pantai-pantai di Filipina.

Direktur Jenderal PDEA Aaron N. Aquino dalam sebuah pernyataan mengatakan saat ini semua pasukan pemerintah fokus pada operasi untuk mengambil kokain yang mengambang.