Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam Sebut RUU Ekstradisi Telah Mati

Carrie Lam. Foto You Tube
Carrie Lam. Foto You Tube

Hongkong,Sayangi.com- Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, mengatakan rancangan undang-undang (RUU) Ekstradisi yang memungkinkan ekstradisi ke China “telah mati”.Sebelumnya Lam mengatakan RUU “akan mati” pada tahun 2020 ketika masa jabatan Lam akan berakhir.

Lewat konferensi pers pada hari Selasa (09/07), Lam mengatakan tugas pemerintah terkait RUU tersebut adalah “kegagalan total”. Namun dia tidak secara eksplisit mengatakan bahwa RUU itu benar-benar dicabut dan pengunjuk rasa bersumpah akan terus melanjutkan demonstrasi.Dalam beberapa minggu terakhir, polisi menggunakan gas air mata saat menghadapi para pengunjuk rasa.Namun

Para pemimpin demontran menunjukkan kemarahan terkait usaha terbaru Lam untuk menenangkan para demontran.
Bonnie Leung dari Civil Human Rights Front, yang mengorganisir unjuk rasa, mengatakan demontrasi lanjutan akan dilakukan sampai pemerintah Hong Kong memenuhi lima tuntutan utama.

Di antaranya adalah pencabutan sepenuhnya RUU dan mencabut tuntutan terhadap orang-orang yang ditahan dalam protes terbaru.Kematian RUU adalah penggambaran politis dan bukannya peristilahan legislatif,” kata anggota Civic Party, Alvin Yeung kepada BBC, sambil menambahkan bahwa RUU secara teknis masih dalam proses pembahasan kedua.

Kami tidak mengetahui mengapa pimpinan menolak mengadopsi kata pencabutan,” tambahnya. Salah satu tokoh pemimpin gerakan protes, pegiat mahasiswa Joshua Wong, mengulangi desakan agar RUU “dicabut secara resmi” dan menuduh Lam bermain kata untuk “membohongi rakyat Hong Kong”.

Pengkritik RUU mengatakan hal ini telah meremehkan kemandirian hukum wilayah itu dan dapat digunakan untuk menyasar pihak-pihak yang menentang pemerintah China.

Hong Kong, bekas jajahan Inggris, adalah bagian dari China tetapi dijalankan berdasarkan pengaturan “satu negara, dua sistem” yang menjamin semacam kemandirian. Wilayah Hong Kong memiliki sistem yudikatif dan hukum yang terpisah dari China.