Mantan Sekjen PBB Khawatir Pengungsi Rohingnya Diterjang Banjir

Mantan Sekjen PBB Ban Ki-moon. Foto Getty Image
Mantan Sekjen PBB Ban Ki-moon. Foto Getty Image

Kutupalong,Sayangi.com– Bangladesh yang memiliki 160 juta penduduk adalah salah satu negara yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon khawatir pengungsi Rohingya akan dilanda banjir musiman di Bangladesh

Saat ini Ban menjabat Komisi Global dalam Adaptasi (GCA) untuk perubahan iklim. Ban, Bill Gates selaku pendiri Bill & Melinda Gates Foundation dan Georgieva menjadi dewan di GCA.Kunjungan Ban kali ini bersama Chief Executive Officer World Bank Kristalina Georgieva dan komisioner GCA lainnya. Organisasi internasional itu dibentuk di Belanda pada tahun 2018 lalu.

Saat terbang dari Dhaka ke Cox Bazar, Ban dan pemimpin GCA lainnya melihat luas wilayah yang tergenang banjir di negara 160 juta penduduk itu.

Dalam kunjungannya ke kamp pengungsi di Bangladesh pria berdarah Korsel ini mengatakan ‘sedih dan cemas’ dengan apa yang ia lihat di Kutupalong. Di kamp Distrik sebelah selatan Cox Bazar terdapat satu juta muslim Rohingya yang mengungsi dari Myanmar akibar persekusi militer.

Bangladesh memiliki sejarah angin silikon yang mematikan. Namun negara telah mengurangi jumlah korban bencana alam dengan berinvestasi di jalan dan infrastruktur publik lainnya. Negara ini juga membangun penampungan untuk korban dan melatih sukarelawan di seluruh negeri.

Akan tetapi awal pekan ini UNICEF mengatakan ribuan keluarga pengungsi yang tinggal di kamp pengungsian dan masyarakat lokal yang tinggal di desa-desa dekat pengungsian itu terancam terkena banjir dan longsor.

UNICEF menyebutkan situasi yang paling mengerikan terjadi di kamp pengungsian. Di area ini lebih dari 4 ribu keluarga yang terdampak sudah dipindahkan ke tempat yang lebih mana.

Hujan lebat beberapa hari mengakibatkan satu anak laki-laki berusia 7 tahun tenggelam dan dua anak lainnya terluka. UNICEF mengatakan sekolah dan fasilitas publik yang menampung 60 ribu anak juga rusak.

sumber: ABC News