Dinilai Cemarkan Nama Grace Natalie, PSI Laporkan Akun Facebook Ninoy Karundeng

Grace Natalie mendatangi Polda Metro Jaya mengklarifikasi soal dugaan penistaan agama yang dilaporkan oleh PPMI pimpinan Eggy Sudjana. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI Michael V. Sianipar mendatangi Mapolda Metro Jaya, Jumat (12/7). Kedatangan Michael untuk melaporkan akun Facebook atas nama Ninoy N. Karundeng, terkait kasus dugaan pencemaran nama baik.

Menurut Michael, akun Ninoy telah merugikan pihak PSI dengan postingannya. Saat membuat laporan, Michael turut membawa barang bukti berupa tangkapan layar dari Facebook milik Ninoy.

“Tujuan kami datang untuk melaporkan apa yang menjadi viral terkait dengan isu dan fitnah dan hoaks yang disebarkan. Kami lihat ini telah merugikan nama baik institusi kami dan juga saya secara pribadi,” ujar Michael.

Michael menuturkan, mulanya Ninoy membuat postingan dengan judul ‘Kasihan! Grace Natalie Bukan Pemilik PSI, Ada Sunny dan Michael.’

Kendati pemilik akun Facebook itu sempat meminta maaf dengan mendatangi kantor PSI. Namun, kata Michael, pihaknya tetap akan membuat laporan dengan maksud memberi efek jera.

“Kemarin (Ninoy) sudah sempat datang ke kantor DPP dan datangnya dengan sukarela dan menyampaikan permohonan maaf. Tapi kami rasa perlu melapor supaya ada efek jera,” sambungnya.

Di tempat yang sama, politisi PSI Rian Ernest mengatakan, ada kemungkinan apa yang ditulis Ninoy di lama Facebook miliknya akan membentuk opini masyarakat. Apalagi jumlah pengikut Ninoy di Facebook cukup banyak.

“Beliau penulis yang cukup baik, pengikutnya banyak gitu ya, bisa menciptakan sensasi-sensasi. Sebenarnya itu sah-sah aja kalau buat tulisan yang menarik publik tapi faktanya harus lengkap,” terangnya.

Laporan itu terregister dalam nomor laporan polisi LP/4204/VII/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 12 Juli 2019. Pasal yang dilaporkan ialah Pasal 27 ayat (3) junto Pasal 45 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.