Kenya Bangun Pusat Rehabilitasi Pencandu Narkoba

Foto Recovery Village
Foto Recovery Village

Nairobi,Sayangi.com- Sebuah pusat rehabilitasi baru di pesisir Kenya telah didirikan. Hal tersebut digunakan sebagi berupaya membantu pecandu heroin mengubah hidup mereka. Pusat rehabilitasi yang baru dibuka enam bulan itu dikelola oleh Palang Merah Kenya dan terletak di Lamu. Wilayah ini berada di sebuah tempat terpencil.

Sebagaimana dilaporkan Ruud Elmendorp dari Lamu, pusat rehabilitasi itu memberikan harapan bagi para pencandu, yang mudah memiliki akses ke obat-obat terlarang dan sering berbuat kejahatan.

Dilansir dari VOA news Rabu (17/7) Musa Mohamed (43 tahun), mantan pecandu narkoba sedang memasak di dapur pusat rehabilitasi Palang Merah Kenya di Lamu. Ia termasuk salah seorang dari 18 orang yang sedang menjalani rehabilitasi di pusat tersebut.

Mohamed mulai menggunakan heroin sejak 14 tahun lalu setelah teman-temannya mengatakan bahwa heroin dapat meningkatkan hubungan percintaan. “Saya mencobanya sekali, dan benar-benar berhasil. Lalu saya terus mencobanya dan beberapa hari kemudian saya ingin berhenti. Namun saya sudah kecanduan dan tidak dapat menghentikannya,” jelasnya.

Pihak Berwenang yang menangani Kampanye Melawan Penggunaan Obat dan Alkohol Kenya atau NACADA mengatakan, terdapat 40 ribu pengguna heroin di seluruh pesisir Kenya. Kebanyakan para pecantu tinggal di Lamu, yang sering menjadi sarang narkoba. Di tempat ini, pemakaian heroin yang berat berbenturan dengan kenyataan yang suram sebagai seorang pecandu narkoba yang tidak punya harapan.

Pusat rehabilitasi tersebut akan menolong para pencandu dengan cara memberi obat yang dapat menekan gejala awal ketagihan. Mereka juga berpartisipasi dalam kelompok penyuluhan. Manajer pusat rehabilitasi itu, Christine Mosiori, mengatakan, tingginya angka pengangguran dan mudahnya akses terhadap narkoba membuat penggunaan narkoba di negara Afrika ini meningkat.

“Ketika Anda menggabungan kedua hal tersebut, itu membuat seseorang mudah terjerumus ke dalam narkoba, kemalasan dan juga tersedianya obat terlarang tersebut di tempat mereka tinggal,” jelas Christine. Rehabilitasi yang juga program Palang Merah Kenya itu akan berlangsung selama tiga bulan.

Setelah selesai rehabilitasi , mantan pecandu  tersebut dapat meninggalkan pusat rehabilitasi tersebut. Sebagai pencegahan kambuh kembali, Palang Merah itu menyediakan program pelatihan kerja. Para penghuni pusat rehabilitasi itu berharap bahwa mereka dapat mengatasi kecanduan parah itu dan suatu saat nanti mereka mampu mengendalikan diri dan masa depan mereka.