Amendemen UU Federal Malaysia Turunkan Usia Pemilih

Ilutrasi Bendera Malaysia Foto Getty Image
Ilutrasi Bendera Malaysia Foto Getty Image

Kuala Lumpur,Sayangi.com- Parlemen Malaysia mengamandemen Undang-Undang Federal soal pemilihan umum. Dalam pesta demokrasi mendatang, warga berusia minimal 18 tahun punya hak suara. Sebelumnya batas usia pemilih adalah 21 tahun.

Perubahan pada Pasal 47 dan 119 UU Federal ini disetujui mayoritas parlemen Dewan Rakyat. Voting amandeman tersebut telah dilakukan dalam voting pada Selasa (16/7/2019), dan mendapat 211 dari total 222 kursi.

Di negeri Jiran ini,untuk mendapat pengesahan, UU harus mendapat persetujuan dari minimal dua per tiga atau 148 anggota parlemen. Kubu koalisi pemerintah Pakatan Harapan dan oposisi dari Barisan Nasional sepakat menurunkan usia pemilih. Barisan Nasional hanya keberatan pada mekanisme pengimplementasian perubahan UU.

Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan, amandemen ini merupakan bukti komitmen Pakatan Harapan dalam merealisasikan janji kampanye pada tahun lalu. Mahathir, menegaskan bahwa UU juga memberikan hak suara secara otomatis kepada warga Malaysia berusia di atas 21 tahun, tapi belum terdaftar sebagai pemilih.

Akan tetapi Malaysia tak akan mewajibkan warganya untuk mengikuti pemilu.Namun pemerintah tetap berupaya meningkatkan kesadaran warga untuk menggunakan hak suara mereka.

Perdana Menteri Mahathir menuturkan “Studi awal menunjukkan, negara-negara yang mewajibkan memilih tidak mendapatkan 100 persen pemilih. Singapura hanya 93,56 persen, Australia 91,89 persen, diikuti Belgia (88,3 persen) dan Austria (80 persen),”

sumber: Barnama