Bursah di Suspimnas PII: Aktivis Harus Bersiap Menghadirkan Peradaban Saintek

Ketua Umum DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bursah Zarnubi saat menjadi narasumber dalam Kursus Pimpinan Nasional (Suspimnas) Pelajar Islam Indonesia di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Jakarta, Sayangi.com – Salah satu unsur kejayaan peradaban Islam adalah sains dan teknologi. Generasi muda Islam harus sadar pentingnya Saintek dalam kemajuan suatu peradaban. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bursah Zarnubi saat menjadi salah satu narasumber dalam Kursus Pimpinan Nasional (Suspimnas) Pelajar Islam Indonesia di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Dalam paparannya Bursah mengatakan, Revolusi Industri 4.0 menjadi hal yang paling nyata dihadapi bangsa Indonesia, makanya ia menyarankan agar para aktivis di Pelajar Islam Indonesia tidak antipati terhadap teknologi, malah harus menggunakan teknologi untuk kepentingan edukasi, kaderisasi maupun akses pengetahuan.

ÔÇťArtifisial Intelegent misalnya, bisa menghilangkan peran manusia dalam dunia Industri. Oleh karenanya zaman yang akan dihadapi kalian kedepan menjadi sangat kompleks. Dibutuhkan kader-kader bangsa yang melek teknologi dan dapat menggunakan saintek secara cerdas untuk kepentingan pembangunan di Indonesia,” paparnya.

Bursah juga mengungkapkan, dalam penggunaan teknologi juga jangan sampai menghilangkan peran nilai-nilai kebangsaan dan agama sebagai benteng pertarungan Ideologi.

“Sudah tidak ada ruang untuk mempertanyakan Pancasila. Habis energi kita kalo masih mempertentangkan Pancasila dengan agama, justru sebetulnya Pancasila banyak mengambil nilai agama. Seperti keadilan, persatuan, kemanusiaan dan permusyawaratan,” paparnya.

Dalam tradisi Filsafat, yang masih dibutuhkan tambah Bursah adalah menginterpretasikan nilai-nilai Pancasila kedalam kontek yang menjadi problem di masyarakat.

Bursah berharap PII sebagai organisasi yang lama berdiri, harus hadir dalam mendorong kemajuan sains dan teknologi Islam. “Kawal agar kebijakan pemerintah berpihak pada ilmu pengetahuan, pembangunan SDM, dukungan penelitian, dan percepatan penguasaan IPTEK untuk generasi muda” paparnya.