Raja Narkoba El Chapo Diganjar Penjara Seumur Hidup

Joaquin El Chapo Guzman gembong narkoba terbesar dari Meksiko. Foto Cheap Price
Joaquin El Chapo Guzman gembong narkoba terbesar dari Meksiko. Foto Cheap Price

New Mexico,Sayangi.com- Penguasa narkoba Meksiko Joaquin ‘El Chapo’ Guzman dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Keputusan tersebut dibacakan  di pengadilan New York. Hakim Brian Cogan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Guzman pada Rabu (17/7) ditambah 30 tahun di pengadilan federal di New York.

Guzman yang dijuluki El Chapo (pendek) dianggap sebagai raja narkoba paling berpengaruh sejak Pablo Escobar (Kolombia terbunuh dalam baku tembak dengan polisi pada 1993.

Guzman, 62 tahun, dihukum atas serangkaian tuduhan yang meliputi pencucian uang dan pelanggaran terkait senjata. Hukuman tersebut termasuk ganjarannya penyelundupan ratusan ton kokain, heroin, metamfetamin, dan ganja ke Amerika Serikat.

Saat vonis dibacakan  Guzman yang mengenakan jas abu-abu, kemeja ungu, dasi ungu, dan kumis khasnya, sulit menerima hukuman itu. “Tidak ada keadilan di sini,” ujar Guzman dalam bahasa Spanyol. Ia tidak menyatakan penyesalan ketika menyampaikan kata-kata terakhirnya di depan umum sebelum dia dibawa ke penjara federal.

Sebelum meninggalkan ruang sidang, dia meletakkan tangan di dadanya dan mencium sang istri, Emma Coronel. Emma dilarang melakukan kontak dengan Guzman selama lebih dari dua tahun selama penahanan prasidang.

Guzman mengatakan bahwa doa-doa dari para pendukung telah memberi-nya kekuatan untuk menanggung siksaan hebat ini. “Hukuman ini salah satu yang paling tidak manusiawi yang pernah saya alami dan kurangnya rasa hormat terhadap martabat manusia saya,” ujarnya.

Guzman berkata ia tidak dapat memeluk putri kembarnya yang tidak menghadiri persidangan. “Amerika Serikat tidak lebih baik daripada negara korup lainnya yang tidak Anda hormati.”

Selama persidangan tiga bulan di New York, juri menghadirkan  bukti dari 56 saksi pemerintah. Mereka menggambarkan sang bos kartel memukul, menembak, dan bahkan mengubur hidup-hidup orang-orang yang menghalanginya.

 

sumber: AFP