Donald Trump Dan Pendukungnya Kembali Perlihatkan Sikap Rasis

Donald Trump, Foto Daily Kos
Donald Trump

Washington,Sayangi.com- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memamerkan sejauh mana ia bisa bersikap rasis terhadap orang-orang yang ia anggap lawan. Kali ini targetnya adalah empat perempuan anggota Kongres. Pertama, Ilhan Omar, perempuan Muslim berjilbab pertama yang berhasil terpilih ke Capitol Hill.

Kedua, Alexandria Ocasio-Cortez, yang adalah anggota Kongres termuda dalam sejarah Amerika Serikat. Ketiga yaitu Rashida Tlaib. Ia merupakan Muslim keturunan Palestina pertama yang duduk di Kongres. Terakhir adalah Ayanna Pressley, perempuan kulit hitam yang mewakili daerah pemilihan Massachusetts. Keempatnya berasal dari Partai Demokrat yang menyebut diri mereka The Squad.

Keempat perempuan anggota tersebut mengkritik Trump soal imigran di perbatasant Omar, Ocasio-Cortez, Tlaib dan Pressley menyuarakan tentang perlakuan otoritas imigrasi Amerika Serikat terhadap para imigran dari Amerika Latin di perbatasan. Orang-orang tersebut ditempatkan di suatu fasilitas yang Ocasio-Cortez sebut sebagai “kamp konsentrasi” karena buruknya kondisi di sana.

Tlaib, sama seperti Ocasio-Cortez, juga mengunjungi pusat detensi imigran. Dalam suatu wawancara dengan ABC News, perempuan asal Michigan itu mengatakan,”Apa yang saya lihat adalah sebanyak 14 orang di dalam satu area tidur di atas lantai. Beberapa dari mereka mengaku tidak bisa mandi selama 15 hari.”

Ia pun menolak menyetujui rencana penambahan anggaran untuk proteksi perbatasan sebesar Rp64 triliun. Begitu juga Omar yang mengecam kebijakan imigrasi di bawah Trump yang memisahkan anak-anak dari orangtua mereka di perbatasan.

Dalam rapat dengar pendapat di Kongres, seorang imigran bernama Yazmin Juarez bersaksi usai bayinya yang berumur 19 bulan meninggal dalam tahanan imigrasi. Pressley sendiri menegaskan penolakan terhadap rencana anggaran itu setelah melihat langsung situasi di fasilitas detensi dan mendengar laporan otoritas imigrasi mendeportasi sejumlah imigran.

Trump, seperti biasa, melancarkan serangan rasisnya melalui Twitter. Trump mengaku “sangat menarik melihat anggota Kongres perempuan Demokrat yang ‘progresif’, yang aslinya datang dari negara-negara di mana pemerintah mereka adalah bencana besar, terburuk, terkorup dan tidak becus di seluruh dunia”.

Senat¬†Amerika Serikat pun mengambil langkah simbolik untuk melawan sikap rasis Trump. Mayoritas anggota sepakat mengeluarkan resolusi untuk mengecam cuitan tersebut. Dalam resolusi itu disebutkan Trump memberikan “komentar-komentar rasis yang melegitimasi rasa takut dan kebencian” terutama terhadap kelompok etnis minoritas.

Bahkan, resolusi itu juga menegaskan bahwa hampir seluruh penduduk Amerika Serikat saat ini merupakan pendatang. Imigrasi “telah mendefinisikan setiap tahapan sejarah Amerika” dan “semua orang Amerika, kecuali keturunan penduduk Asli dan Afrika-Amerika yang diperbudak, merupakan imigran atau keturunan imigran”.

 

sumber: AFP