China Minta Pemerintahan Trump Koreksi Sanksi Sanksi Teheran

Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden China Xi Jinping. Foto Persia Digest
Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden China Xi Jinping. Foto Persia Digest

Beijing,Sayangi.com- China mendesak Washington, Jumat (19/7) agar mengoreksi sanksi-sanksi yang diberlakukan. Sanksi Washinton dijatuhkan terhadap berbagai perusahaan China yang dituduh membantu Iran mendapatkan material untuk program nuklirnya.

Juru bicara kementerian luar negeri China menuturkan tekanan Amerika terhadap Iran merupakan “yurisdiksi lengan panjangnya”. Efek dari sanksi tersebut merembet hingga ke perusahaan-perusahaan di negara ketiga. Kondiai inilah yang merupakan “akar penyebab” ketegangan dengan Teheran.

“China secara konsisten dan tegas menentang pemberlakuan sanksi-sanksi sepihak Amerika dan apa yang disebut ‘yurisdiksi lengan panjang’ terhadap negara-negara lain, termasuk China,” kata juru bicara itu, Geng Shuang.

“Kami mendesak Amerika Serikat agar segera mengoreksi pendekatan yang keliru ini dan dengan sungguh-sungguh menghormati hak-hak dan kepentingan sah semua pihak,” lanjutnya.

Departemen Keuangan Amerika, Kamis (18/7) menyatakan telah memberlakukan sanksi-sanksi terhadap apa yang disebutnya sebagai jejaring perusahaan dan agen-agen cangkang. Disebutkan bahwa perusahaan tersebut berbasis di Iran, China dan Belgia.

Departemen Keuangan  ini tidak memberikan rincian tetapi menyatakan pembelian itu melanggar larangan PBB mengenai material yang dapat digunakan untuk program nuklir Iran.

Dilansir dari VOA news (Sabtu 20/7) Geng mengatakan Beijing menentang proliferasi nuklir, tetapi menolak sanksi-sanksi sepihak Washington.

“Kami menentang keras aktivitas proliferasi apapun, selalu menerapkan dengan ketat kewajiban internasional yang relevan dan tetap berkomitmen pada nonproliferasi dan kerjasama internasional,” ujar Geng.