Teheran Uji 2 Misil Jarak Menengah

Ilustrasi Peluncuran misil Peluru Korut. Foto Grid
Ilustrasi Peluncuran misil Iran. Foto Grid

Teheran,Sayangi.com- Iran telah menguji coba misil jarak menengah, kata seorang pejabat militer Amerika. Tindakan ini  lebih jauh semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk Persia.

Pada Kamis (25/7) pejabat yang minta namanya tidak disebut menyatakan bahwa Iran menembakkan sebuah misil Shahab-3 pada hari Rabu (24/7). Misil itu tidak mengancam kapal maupun pangkalan militer Amerika di kawasan tersebut.

Dikutip dari VOA news, Sabtu  (27/7) Proyektil itu terbang sejauh 1.100 kilometer melintasi Iran setelah diluncurkan dari pesisir selatan Iran dan mendarat di sebelah timur ibukota, Teheran. Menurut pejabat itu, Amerika mengawasi dengan cermat lokasi tes Iran sewaktu kegiatan peluncuran disiapkan.

Tes ini berlangsung sementara ketegangan di kawasan kian meningkat. Kondisi tersebut menyusul serangan baru-baru ini terhadap tanker-tanker dan pesawat-pesawat nirawak yang mendorong Amerika meminta sekutu-sekutunya untuk melindungi jalur pelayaran di sana.

Peluncuran misil Iran itu bukan pelanggaran terhadap kesepakatan nuklir 2015 yang disetujui oleh Amerika, Iran dan negara-negara berpengaruh lainnya, suatu hal yang menjengkelkan Presiden Amerika Donald Trump.

Akan tetapi sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB meminta Iran agar tidak terlibat dalam aktivitas terkait misil balistik yang mampu membawa senjata nuklir.

Telah diwartakan Trump mundur dari perjanjian nuklir 2015 pada tahun lalu . Sejak itu Gedung Putih memberlakukan sanksi-sanksi ekonomi yang ketat terhadap Iran. Sanski tersebut dalam upaya Trump meningkatkan pengaruhnya dalam pembicaraan yang ia harapkan akan mengarah pada kesepakatan yang lebih kuat.

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo telah meminta agar Teheran menghentikan peluncuran misilnya dan menyingkirkan cadangan misilnya. Iran bersikukuh bahwa pihaknya tidak berkewajiban untuk mematuhinya, tidak berminat pada senjata nuklir dan karena itu tidak melanggar resolusi PBB.