Ada Peningkatan Penderita Autoimun di Kalangan Anak Muda, Ini Sebabnya

Jakarta, Sayangi.com – Autoimun merupakan sebuah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh yang sehat. Kendati dapat dikategorikan kelainan yang berbahaya, belum banyak masyarakat yang mengerti apa itu autoimun.

Di Amerika Serikat, autoimun mencapai 50 juta jiwa, atau menempati urutan ketiga penyebab kematian. Meskipun belum ada data yang pasti, namun diyakini jutaan orang menderita autoimun di Indonesia.

Tiga lembaga peduli kesehatan perempuan, yakni Firda Athira Foundation, Clerry Cleffy Institue dan Marisza Cardoba Foundation menggelar talkshow, agar masyarakat lebih memahami apa itu autoimun dan apa yang dapat dilakukan para penyintasnya.

Pendiri Firda Athira Foundation, Firda Athira mengatakan, generasi milenial mempunyai peran penting dalam memberi dukungan kepada para penyintas autoimun. Apalagi mayoritas penyintas autoimun merupakan perempuan dan berada di usia produktif.

“Dengan dukungan teman-teman penderita autoimun khususnya sesama anak muda akan punya daya juang lebih, serta menganggap apa yang dideritanya bukan sebuah halangan untuk menggapai masa depannya dan meraih cita-citanya,” ujar Firda.

Sementara itu, President of International Society of Internal Medicine (ISIM), Aru W Sudoyo mengatakan, ada kecenderungan peningkatan penyintas autoimun di kalangan milenial. Salah satu pemicunya ialah makin banyaknya paparan bahan-bahan kimia di kalangan anak muda.

“Sumber bahan-bahan kimia itu antara lain makanan-makanan yang ada di sekitar kita. Pada generasi lalu autoimun sangat langka, tapi sekarang ada peningkatan tajam dan mayoritas anak-anak muda,” jelasnya.

Di tempat yang sama, pakar autoimun Iris Rengganis mengatakan, ada sejumlah gejala seseorang terkena autoimun, diantaranya nyeri sendi, mudah lelah, rambut rontok, dan demam yang tidak beraturan. Kendati juga dipengaruhi faktor genetik, namun faktor lingkungan dan gaya hidup juga berperan seseorang terkena autoimun.

“Belum ada obat yang dapat memulihkan kondisi autoimun. Namun ini dapat dicegah dan dikontrol dengan penerapan gaya hidup sehat,” jelas Iris, yang juga ketua dewan pembina Marisza Cardoba Foundation.