Tersangka Penabrak Gedung Pentagon Siap Bersaksi di Pengadilan

Gedung WTC New York. Foto Thought Co
Gedung WTC New York. Foto Thought Co

New York,Sayangi.com- Tersangka dalang kasus serangan 11 September 2001, Khalid Sheikh Mohammed menyatakan kesediaannya untuk memberikan keterangan di pengadilan atas tuntutan kerugian dari para korban dan perusahaan terhadap pemerintah Arab Saudi jika pemerintah AS tidak mengupayakan hukuman mati atas dirinya, menurut laporan yang diterbitkan kemarin.

Tawaran Khalid Sheikh Mohammed diungkapkan dalam sepucuk surat yang ditulis pada Jumat lalu. Surat itu diajukan ke Pengadilan Distrik AS di Manhattan oleh pengacara yang mewakili individu dan bisnis yang meminta ganti rugi miliaran dolar AS akibat insiden itu.

Pemerintah Saudi telah lama membantah terlibat dalam serangan tahun 2001. Saat itu pesawat yang dibajak menabrak gedung World Trade Center New York, gedung Pentagon di luar Washington DC, dan lahan kosong di Pennsylvania. Hampir 3.000 orang meninggal akibat serangan yang disebut pemerintah AS sebagai aksi teror 9/11.

Michael Kellogg, seorang pengacara untuk pemerintah Arab Saudi berbasis di Washington menolak berkomentar. The Wall Street Journal juga melaporkan tentang surat itu sebelumnya.

Menurut surat tersebut, pengacara pihak penggugat telah melakukan kontak dengan Kellog untuk lima saksi dalam tahanan federal tentang kesediaan mereka untuk memberikan kesaksian seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (30/7/2019).

Pengacara tersebut mengatakan bahwa tiga orang, termasuk Mohammed, ditempatkan di Teluk Guantanamo, sebuah kamp tahanan di Kuba. Mereka menghadapi dakwaan hukuman mati, sementara dua orang di penjara keamanan maksimum “Supermax” di Florence, negara bagian Colorado. Menurut surat tersebut, Mohammed tidak akan setuju “pada saat ini” untuk memberikan kesaksian, tetapi hal itu bisa berubah.

“Penasihat hukum menyatakan bahwa ‘pendorong utama’ dari keputusan ini adalah ‘sifat dasar dari tuntutan hukuman mati’. Dan ‘tidak adanya hukuman mati berpotensi untuk membuka kemungkinan kerja sama yang lebih luas,'” menurut surat itu.

sumber: Los Angeles Time