Relasi Duo Korea Kembali Memanas

Kantor Penghubung Korea Utara dan Korea Selatan resmi dibuka. Foto Korean Diplomasi
Kantor Penghubung Korea Utara dan Korea Selatan resmi dibuka. Foto Korean Diplomasi

Seoul Sayangi.com- Setelah Korea Utara kemarin kembali menembakkan dua rudal balistik, hubungan duo Korea mulai kembali memanas.Tindakan Korut ini diduga sebagai peringatan atas rencana latihan militer gabungan Korea Selatan dengan Amerika Serikat.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan kedua rudal dilepaskan dari daerah Wonsan.Rudal melaju sekitar 250 kilometer ke arah laut.Terkait ini, Militer Korea Selatan mengeluarkan pernyataan “Kami tekankan bahwa serangkaian peluncuran rudal itu hanya akan menambah ketegangan di Semenanjung Korea. Kami mendesak Korea Utara bisa menahan diri dari tindakan seperti itu.

Berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB, Korea Utara dilarang meluncurkan rudal balistik. Akan tetapi tindakan ini merupakan yang kedua dalam waktu kurang dari sepekan. Padahal bulan lalu, terjadi pertemuan antara pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dan Presiden AS, Donald Trump.

Pyongyang dan Washington terlibat dalam proses diplomatik jangka panjang terkait program nuklir dan rudal yang digulirkan Korea Utara. Dalam waktu satu tahun, kedua pemimpin negara sudah bertemu sebanyak tiga kali. Kedua baik Trumo atau Kim sepakat untuk melanjutkan perundingan bilateral ketika bertemu di Zona Demiliterisasi yang membagi wilayah semenanjun, pada Juni lalu. Namun, dialog tingkat kerja belum juga dimulai.

Sebelumnya, Korea Utara memperingatkan negosiasi itu berpotensi dirusak AS dan meminta AS membatalkan manuver tahunan pasukan militer Seoul-Washington.Dalam forum regional Asia, persoalan Korea Utara menjadi agenda pembahasan utama. Akan tetapi, kemungkinan besar Menteri Luar Negeri Korea Utara tidak hadir.

Kepada wartawan, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengatakan negosiasi diperkirakan berlangsung selama beberapa pekan, namun butuh waktu lebih lama untuk memulainya.

Perwakilan dari Pusat Kepentingan Nasional di Washington, Harry Kazianis, memandang langkah Korut itu menjadi peringatan bagi kedua sekutu untuk menghentikan latihan militer gabungan. Apabila tetap berlanjut, Korea Utara diyakini akan meningkatkan ketegangan.

“Pyongyang tidak akan ragu melakukan lebih banyak peluncuran, sebelum latihan gabungan dimulai pekan depan. Setelahnya pun bisa kembali terjadi. Pertanyaan besarnya, apakah rezim Kim berani menguji ICBM atau rudal jarak jauh yang bisa menghantam wilayah AS,” tukas Kazianis. Selama bertahun-tahun, Korea Utara menentang isolasi dan sanksi terkait pengembangan kekuatan senjata.

Dengan peluncuran rudal jarak pendek, Pyongyang berupaya menekan Washington agar datang ke meja perundingan untuk memenuhi tuntutannya,” imbuh Direktur Institut Studi Korea, Jeong Young-tae.

Pada Kamis lalu, Korea Utara melepaskan rudal dengan jarak cukup jauh, salah satunya melaju hampir 700 km. Pyongyang menyatakan itu adalah senjata berpemandu taktis yang baru dirancang. Sekaligus menjadi peringatan serius terhadap rencana latihan gabungan AS-Korea Selatan.

Pekan lalu, Korea Utara juga memamerkan kapal selam baru, yang mampu meluncurkan tiga rudal balistik. Sementara itu, Washington menempatkan sekitar 30 ribu tentara di Korea Selatan, sebagai antisipasi serangan dari Korea Utara.

Sumber: AFP