Ronald Reagan Pernah Sebut Delegasi Afrika “Kera”

Presiden AS ke -40 Ronald Reagen. Foto Getty Image
Presiden AS ke -40 Ronald Reagen. Foto Getty Image

Washington,Sayangi.com- Ronald Reagan mantan presiden Amerika Serikat (AS) R pernah menyebut orang Afrika di PBB sebagai kera. Ucapan tersebut terungkap dalam sebuah percakapannya dengan Richard Nixon pada 1971.

Ucapan tersebut dipicu saat Reagen masih Gubernur Kalifornia. Saat itu ia mengungkapkan kemarahannya kepada delegasi Afrika yang menentang AS dalam pemunguatan suara di PBB. Anggota delegasi Tanzania bersorak setelah pemungutan suara di PBB mengakui China dan mengeluarkan Taiwan.

Reagan yang mendukung Taiwan menelepon Presiden AS Richard Nixon saat itu. Iapun mengungkapkan frustasinya kepada Nixon.Dalam rekaman yang dipublikasikan the Atlantic Reagen berkata “Untuk melihat para kera dari negara-negara Afrika itu, sial mereka, mereka masih tidak nyaman pakai sepatu.

Nixon yang mengundurkan diri sebagai presiden pada 1974 tertawa mendengar kata-kata Reagan tersebut. Rekaman suara itu ditemukan profesor sejarah New York University Tim Naftali, yang saat itu sebagai direktur Perpustakaan Kepresidenan Nixon dari 2007 sampai 2011.

Tim Naftali mempublikasi penemuannya di The Atlantic dan menulis percapakan rasialis itu dihapus dari rekaman aslinya karena alasan privasi. Rekaman itu dipublikasikan Arsip Nasional AS pada 2000 ketika Reagan masih hidup. Tapi Naftali mengajukan peninjauan ke pengadilan.

“Kematian Reagan pada 2004 menghapus kekhawatiran privasi. Sya meminta percakapan yang melibatkan Ronald Reagan diperiksa dan dua pekan lalu Arsip Nasional mempublikasi versi lengkapnya,” kata Naftali.

Naftali mengatakan Reagan menelepon Nixon untuk menekannya keluar dari PBB. Tapi kemudian Nixon mengatakan tujuan utama Reagan menelepon adalah mengeluhkan orang-orang Afrika.

Naftali menambahkan Nixon memberitahu menteri negaranya, Reagan menggambarkan deligasi Tanzania sebagai ‘kanibal’ .Reagen juga mengatakan ‘para delegasi Afrika tidak mengenakan sepatu’. Namun pada 1970-an Reagan secara terbuka membela negara-negara apartheid seperti Rhodesia dan Afrika Selatan. Naftali mengatakan rekaman yang akhirnya terungkap ini ‘memberikan lampu baru’ atas sikapnya itu.

Reagan menjabat sebagai presiden dari 1981 sampai 1989, puncak Perang Dingin dan akhir dari komunisme Uni Soviet. Mantan presiden AS ke 40 ini  meninggal tahun 2004 di usia 93 tahun setelah lama ,menderita alzheimer.

sumber: BBC