Waspadalah Polusi Udara Jakarta Membahayakan Balita

Lalu lintas Jakarta Selatan
Lalu lintas Jakarta Selatan

Jakarta, Sayangi. Kota Jakarta saat ini memiliki kualiats uadara yang memprihatikan. Buruknya kualitas Udara Jakarta berpotensi timbulkan penyakit pernapasan pada manusia. Anak-anak balita disebut-sebut paling rentan terserang penyakit pernapasan.

Yeni dari Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) menyebutkan Polusi udara sangat berhubungan dengan adanya penurunan fungsi paru-paru dan yang paling rentan adalah kelompok usia balita (2-5 tahun) lalu sampai 18 tahun.

Catatan tersebut disampaikan dalam diskusi Menyoal Polusi Udara, di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Agustus 2019. Yenny mengatakan pencemaran udara di ibu kota juga menyebabkan penyakit yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang. Masyarakat dengan latar belakang penyakit asma dinilai sangat mudah terserang dalam jangka pendek.

Penyakit asma itu sangat mudah memicu reaksi alergi dari paru-paru karena memang sensitif. Untuk jangka panjang asma tidak mengenal usia tua atau muda berpotensi terserang penyakit pernapasan. Jangka panjangnya berpotensi mengalami kematian.Ia menambahkan buruknya kualitas udara bisa menyebabkan kanker paru-paru. Dan penuruan fungsi paru-paru yang berakibat pada maut. jelas Yenny.

Menurut Yeni buruknya udara Jakarta ditengarai asap kendaraan bermotor yang sudah melewati batas normal. Ditambah sektor rumah tangga yang kerap membakar sampah dan aktivitas perokok aktif. Jadi polusi udara kita ini memang ada yang bersumber dari luar ruangan dan ada di dalam ruangan,” ujarnya.

Mengacu pada data World Health Organization (WHO) menyebutkan, bahwa 92 persen penduduk dunia menghirup udara dengan kualitas yang buruk. Pada 2012 dilaporkan terdapat 6,5 juta orang meninggal akibat polusi udara yang dihirup di dalam dan luar ruangan.Dua juta diantaranya itu terjadi di Asia Tenggara termasuk Indonesia.