Bukan Tertimpa Reruntuhan, Ini Penyebab Empat Orang Tewas Akibat Gempa Banten

Pusat gempa 7,4 SR yang dirasakan di Banten dan sekitarnya.

Jakarta, Sayangi.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat empat orang meninggal dunia akibat gempa Banten, Jumat (2/8) malam. Keempat korban berasal dari wilayah Lebak, Banten dan Sukabumi, Jawa Barat.

Plh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, para korban meninggal bukan karena tertimpa reruntuhan bangunan. Mereka mayoritas meninggal akibat terkena serangan jantung.

“Para korban rata-rata meninggal bukan karena bangunan rubuh. Tapi kaget dan terkena serangan jantung,” ujar Agus kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (3/8).

Para korban yang meninggal dunia adalah Rasinah (48) dan Salam (95). Keduanya merupakan warga Lebak, Banten. Ranisah diketahui meninggal akibat serangan jantung.

Korban lain berasal dari Sukabumi, Jawa Barat bernama Ajay (58), yang merupakan warga Cisolok dan Ruyani (35), warga Waliran.

“Sementara empat orang mengalami luka-luka. Satu orang berasal dari Sukabumi, dan tiga orang dari Kabupaten Pandeglang,” kata Agus.

Selain menyebabkan korban luka dan meninggal dunia, gempa Banten juga menyebakan 223 rumah rusak. Sebanyak 13 rumah rusak berat, 32 rumah rusak sedang dan 178 rumah rusak ringan.

Seperti diketahui, gempa mengguncang kawasan Banten dan sekitarnya. Bahkan gempa dirasakan hingga Ibu Kota Jakarta, Jawa Barat hingga Lampung.

Gempa dengan besaran 6,9 skala richter ini berlokasi pada 7.54 Lintang Selatan, 104.58 Bujur Timur atau pada 147 kilometer Barat daya Sumur, Banten, dengan kedalaman 10 kilometer.