Listrik Sebagian Jabodetabek Nyala, PLN Pastikan Jakarta Nyala 100 Persen Jam 19.27

Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani jelaskan penanganan listrik yang alami pemadaman massal

Jakarta, Sayangi.com – Sejumlah wilayah di Jabodetabek yang terimbas gangguan transmisi Ungaran-Pemalang dengan kapasitas 500 kV mulai kembali mendapatkan pasokan listrik kembali.

Salah satunya di wilayah Sawangan Depok sudah teraliri listrik sekitar pukul 18.17. Untuk wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan sudah mendapatkan pasokan listrik pada pukul 17.20 WIB. Kemudian, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga sudah kembali menyala listriknya pada pukul 17.44 WIB. Wilayah Jakarta lainnya yaitu Pondok Kopi, Jakarta Timur juga sudah menyala listriknya pada pukul 17.20 WIB.

General Manager Unit Induk Pusat Pengatur Beban Perusahaan Listrik Negara (PLN), Edwin Nugraha Putra memastikan kondisi listrik di DKI Jakarta akan pulih pada pukul 19.27 WIB. Proses pemulihan telah berangsur dilakukan PLN dengan mengoptimalkan arus listrik dari wilayah timur Jawa.

“Tiga jam setelah 16.27 WIB akan pulih 100 persen Jakarta,” kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/8).

Sebelumnya, Plt Dirut PLN, Sripeni Inten Cahyani menyebut pukul16.27 merupakan tahap recovery yang memastikan pasokan listrik dari Jawa Timur telah masuk PLTA Cirata dan Saguling. Dua lokasi itu mengambil peran sebagai stabilisator pasokan daya yang akan dikirim ke wilayah barat.

Nantinya, sambung Cahyani, pasokan listrik itu akan masuk ke pos PLN di Gandul, Depok. Kemudian akan diteruskan sesuai kebutuhan listrik di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pasokan listrik untuk DKI akan disuplai melalui PLTU Muara Karang, sedangkan kebutuhan listrik di Banten dan Jawa Barat dipasok melalui Suryalaya, Cilegon.

“Kira-kira masih 4 sampai 5 jam pulih (untuk Banten dan Jabar). Mudah-mudahan gak lewat dari 00.00 WIB,” kata Cahyani.

Cahyani, dalam kesempatan tersebut memastikan gangguan listrik tidak meluas ke daerah Jawa Timur dan Bali.

“Semua sumber daya kami fokuskan untuk perbaikan. Kami mohon maaf dan keikhlasan pelanggan,” ujar Cahyani.

Cahyani menyebut persoalan seperti ini bukan kali pertama. PLN, kata dia pernah mengalami hal serupa pada 1997, blackout Jawa-Bali. Peristiwa serupa kembali terjadi pada September 2018 secara parsial, karena gangguan di Paiton, Jawa Timur.

“Jadi memang kalau dilihat dari kurun waktu, sebenarnya ini tidak sering. Kita mengharapakan, ini yang sangat kita hindari, utuk menghindari blackout kami lakukan improvement,” ujar Cahyani.