Jaksa Texas Sebut Penembakan Walmart El Paso Sebagai Aksi Teroris

Patrick Crusius pelaku penembakan di Mall Elpaso, Amerika Serikat. Foto The Sun Best
Patrick Crusius pelaku penembakan di Mall Elpaso, Amerika Serikat. Foto The Sun Best

El Paso,Sayangi.com- Penembakan massal di pusat perbelanjaan Walmart di El Paso, Texas, menewaskan 20 orang. Aksi yang dilakukan Patrick Crusius, 21, dinyatakan aksi teroris domestik.

Jaksa Amerika Serikat (AS) untuk Distrik Barat Texas John Bash dalam konferensi pers, hari Minggu (4/8) waktu setempat menyebutkan Kami memperlakukan (penembakan di El Paso) sebagai kasus teroris domestik. Ada a definisi hukum tentang terorisme domestik, dan penembakan tersebut ini sesuai dengan itu. Dan penembakan tersebut tampaknya dirancang untuk mengintimidasi penduduk sipil.

John Bash menambahkan “Kita akan melakukan apa yang kita lakukan untuk teroris di negara ini, yaitu untuk memberikan keadilan yang cepat dan tertentu,” ujarnya.

Laporan menyebutkan pelaku Patrick Crusius dilaporkan bersedia bekerja sama dalam penyelidikan. Kepala Polisi El Paso, Greg Allen, mengatakan Crusius diyakini telah membeli senjata api secara legal yang digunakan untuk serangan.

Pembantaian di El Paso terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat ketika Crusius—yang dipersenjatai dengan senapan bergaya AK—menyerbu orang-orang Walmart setempat. Dia menembaki orang-orang di tempat parkir dan di dalam toko. Dalam peristiwa penembakan ini dilaporkan 20 orang tewas dan 26 orang lainnya luka-luka.

Sebelum beraksi, Crusius mem-posting sebuah manifesto secara online. Tulisan tersebut diduga berisi pandangan pelaku sebagai sosok ekstrem kanan. Dalam manifesto itu, dia menulis bahwa serangannya sebagai respons atas “invasi Hispanik” di Texas.
Manifesto berisi empat halaman itu diduga dipengaruhi oleh manifesto teroris yang membantai lebih dari 50 orang jamaah masjid di Christchurch, Selandia Baru pada Maret lalu.Dalam manifesto itu, Crusius menulis bahwa serangannya sebagai respons atas “invasi Hispanik” di Texas.
sumber: Rusia Today