Nuon Chea Kakak Kedua Idiologis Khmer Merah Tutup Usia

Nuon-Chea (gambar baju hitam) Ideolog kedua Khmer Merah. Foto asia nikkel.com
Nuon-Chea (gambar baju hitam) Ideolog kedua Khmer Merah. Foto asia nikkel.com

Phnom Penh, Sayangi.com- Nuon Chea, kepala ideologis dan “Kakak Kedua” Khmer Merah Kamboja meninggal dunia pada usia 93 tahun. Pemerintahan Khmer Merah yang brutal pada 1970-an telah menyebabkan kematian sekitar 2 juta orang.

Neth Pheaktra, juru bicara Extraordinary Chambers Pengadilan Kamboja (ECCC), seperti dikutip Reuters, Senin (5/8/2019) menyebutkan  “Kami dapat mengonfirmasi bahwa terdakwa Nuon Chea, 93, meninggal malam ini pada 4 Agustus 2019 di rumah sakit Khmer Soviet Friendship.

“Keluarga Nuon Chea telah diberi tahu,” katanya lagi.Namun Pheaktra tidak mengatakan bagaimana Chea meninggal. Akan tetapi, dia mengatakan bahwa Chea telah dirawat di rumah sakit sejak awal Juli.

Nuon Chea telah dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan dalam fase pertama pengadilan PBB yang kompleks. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 2014. Namun sebuah pengadilan terpisah tahun lalu menemukan Chea bersalah atas genosida.

Dalam pidato pembukaan pada pengadilan 2011, Chea membantah tuduhan genosida terhadapnya. “Posisi saya dalam revolusi adalah untuk melayani kepentingan bangsa dan rakyat,” katanya.

“Penindasan, ketidakadilan memaksa saya untuk mengabdikan diri untuk berjuang demi negara saya. Saya harus meninggalkan keluarga saya untuk membebaskan tanah saya dari kolonialisme dan agresi, dan penindasan oleh pencuri yang ingin mencuri tanah kami dan menghapus Kamboja dari muka bumi,” kata Chea di pengadilan.

Tidak seperti orang lain di lingkaran dalam Pol Pot, Nuon Chea tidak belajar di Paris. Chea belajar hukum di Universitas Thammasat yang bergengsi di Bangkok,disibilah ia menjadi anggota Partai Komunis Thailand.

Nuon Chea diangkat sebagai Wakil Sekretaris Partai Komunis Kampuchea—nama yang digunakan Khmer Merah untuk Kamboja—pada tahun 1960. Posisi itu membuatn Nuon Chea bertanggung jawab atas keamanan partai dan negara serta pusat interogasi dan penyiksaan S-21 yang terkenal di ibu kota setempat, Phnom Penh.

sumber:Reuters

Berita Terkait

BAGIKAN