Kejahatan Properti Bermodus Palsukan Sertifikat, Pelaku Raub Keuntungan Rp 214 Miliar

Jakarta, Sayangi.com – Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap sindikat penipuan properti. Dalam kasus ini polisi menangkap lima pelaku berinisial D, R, S, A dan H.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kelima pelaku ditangkap di Jalan Tebet Timur Raya, Jakarta Selatan. Kasus ini bermula ketika ada laporan dari tiga pemilik properti yang merasa ditipu.

“Rata- rata harga properti para korban 15 miliar. Untuk saat ini baru ada tiga korban yang melaporkan, tapi kami menduga masih banyak korban- korban lainnya,” ujar Argo di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (5/8).

Modus yang digunakan pelaku, kata Argo, adalah berpura-pura menjadi pembeli properti korban. Setelah berkomunikasi dengan korban, pelaku membujuk korban untuk membawa sertifikat asli ke kantor notaris, yang berada di Tebet.

Sesampainya korban di kantor notaris yang ditunjuk para pelaku, sertifikat aslipun diminta pelaku A. Alasannya, A ingin mengecek keasliannya sertifikat tersebut ke Kementerian Agraria atau BPN (Badan Pertanahan Nasional).

Usai mendapatkan sertifikat asli, pelaku lalu memalsukannya dan memberikannya kepada korban. Sementara sertifikat asli korban digadaikan para pelaku.

“Sertifikat palsu itu diberikan kepada korban, jadi sertifikat asli itu sudah digadai pelaku. Dari pengakuan pelaku, keuntungan yang mereka raup mencapai Rp 214 miliar,” paparnya.

Argo mengakui, sindikat penipuan ini termasuk lihai dalam melakukan aksinya. Mereka bekerja secara profesional dan memiliki tugas masing-masing.

“Ini sindikat yang paling bagus dan teratur tindak kejahatannya. Kami menduga ada korban lain selain tiga korban ini,” katanya.

Akibat perbuatannya, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 378 KHUP dab atau Pasal 372 KUHP dan Pasal 263 KUHP, serta Pasal tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman di atas 6 tahun penjara.