Sempat Dirampas Nazi, Museum Jerman Kembali Ke Ahli Waris Berdarah Yahudi

Foto DW
Foto DW

Berlin,Sayangi.com- Setelah lebih 80 tahun, karya-karya seni yang dirampas Nazi akhirnya kembali ke tangan yang berhak. Menteri Kebudayaan negara bagian Bayern, Bernd Sibler, hari Senin (05/08) menyerahkan sembilan karya seni yang dirampas dari suami istri Julis dan Semaya Davidsohn ke tangan ahli warisnya berdarah Yahudi.

Hardy Langer yang mewakili pihak ahli waris mengatakan Ini adalah hari yang sangat berarti bagi kami. Dia menyampaikan ungkapan terima kasih atas “tindakan memenuhi keadilan” ini.

Karya-karya seni yang dirampas Nazi saat itu, di antaranya lima lukisan. Benda seni tersebut dirampas Nazi tahun 1938 dari tangan pemiliknya, keluarga Davidsohn. Suami istri Julius dan Semaya Davidsohn tinggal di MÃnchen sejak 1917.

Setelah Nazi dan Hitler berkuasa, keduanya dideportasi ke kamp penampungan Theresienstadt. Julius Davidsohn meninggal di sana bulan Agustus 1942. Sedangkan Semaya istri Julius Davidsohn meninggal beberapa bulan kemudian, April 1943.

Saat Perang Dunia II berakhir, tahun 1955 karya-karya seni rampasan ini menjadi milik Museum Nasional Bayern. Sejak 1998, museum memulai proyek restitusi untuk meneliti para ahli waris dengan tujuan mengembalikan karya-karya seni rampasan. Hingga akhirnya ahli warisnya bisa dilacak dan ditemui.

Lewat sambutannya pihak Museum Nasional Bayern mengatakan, ini adalah restitusi yang ke-15. Asal-usul sembilan karya seni yang dikembalikan telah berhasil diklarifikasi, termasuk proses perampasan dan keberadaannya setelah 1945. Kemudian para ahli warinya berhasil dilacak dan ditemukan, yaitu di London, Simbabwe hingga Tel Aviv.

Menteri Kebudayaan Bayern Bernd Silbler menerangkan, upaya pelacakan ahli waris tidak mudah. “Karena peristiwa Holocaust, (seringkali) tidak ada anak-anak (kandung). Hal inilah perlu dan harus diklarifikasi siapakah yang berhak sebagai ahli waris. Dan ini masalah rumit, juga dari segi hukum,” katanya.

sumber:Deutch Welle