Berantas Mafia Tanah, Polda Metro Jalin Kordinasi Dengan Kementerian ATR/BPN

Foto: Sayangi.com/Tri Setyo

Jakarta, Sayangi.com – Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), guna mengusut kasus mafia tanah. Hal ini merupakan tindak lanjut dari kasus penipuan sindikat properti dengan pemalsuan sertifikat, yang diungkap Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, pihaknya bersama bersama Kementerian ATR/BPN bertekad membongkar jaringan kelompok pemalsu sertifikat juga mafia tanah.

“Kemarin jajaran kita telah megungkap kasus pemalsu sertifikat. Karena itu kami menduga masih banyak kelompok-kelompok lain,” ujar Gatot di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/8).

Menurut Gatot, kemungkinan ada oknum dari instansi terkait yang bermain dalam jaringan penipuan berkedok notaris. Oleh karena itu, pihaknya akan terus melakukan pengembangan atas kasus yang diungkap beberapa waktu lalu.

“Kami menduga masih banyak jaringan yang bermain dalam kasus ini. Karena itu kami bersama Pak Menteri akan mengungkap terus mafia tanah,” katanya.

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengapresiasi tindakan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, yang berhasil mengungkap kasus penipuan berkedok pemalsuan sertifikat. Ia juga mengaku pihaknya siap membantu Polri untuk kembali membongkar kasus-kasus penipuan seperti ini.

“Dengan demikian, diharapkan mulai hari ini mafia tanah harus berpikir untuk melalukan aksinya,” tegas Sofyan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap tindak kejahatan penipuan sindikat kejahatan properti dengan modus memalsukan sertifikat. Dalam kasus ini polisi meringkus lima pelaku berinisial D, R, S, A, dan H di Tebet Timur Raya, Jakarta Selatan.

“Rata- rata harga properti 15 miliar. Untuk saat ini baru ada tiga korban yang melaporkan, tapi kami menduga masih banyak korban- korban lainnya,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Tebet, Senin (5/8).