Lima Anggota ASEAN Sepakat Tangani Asap

Kabut Asap yang ditimbulkan kebakaran hutan. Foto Istimewa
Kabut Asap yang ditimbulkan kebakaran hutan. Foto Istimewa

Petaling Jaya, Sayangi.com- Lima Anggota ASEAN, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, dan Indonesia telah sepakat untuk menangani permasalahan kabut asap.

Konsensus permasalahan asap tercapai selama perhelatan 21st Meeting of the Sub-Regional Ministerial Steering Committee (MSC) on Transboundary Haze Pollution di Brunei pada Selasa (6/8).

Kelima negara berjanji meningkatkan tindakan pencegahan untuk meminimalkan timbulnya kabut asap di seluruh wilayah selama musim kemarau. Bulan kemarau biasanya  antara Agustus hingga Oktober. Kelima negara tersebut  sepakat meningkatkan kerja sama dalam mengatasi polusi kabut asap di seluruh wilayah secara efektif. Hal itu akan dilakukan dengan menerapkan Hazing Across Borders Action Plan.

Kementerian Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Malaysia dalam sebuah pernyataan Lima Negara sepakat meningkatkan koordinasi regional melalui implementasi proyek kerja sama internasional yang melibatkan proyek untuk mengatasi kabut asap, pengelolaan hutan lestari, dan praktik konservasi di kawasan gambut,”

Kementerian tersebut juga mengatakan bahwa di antara kerja sama yang sedang berlangsung adalah kesiapan masing-masing pihak untuk memberikan dukungan teknis dalam hal peralatan serta tenaga kerja jika terjadi kebakaran hutan berskala besar dan mengakibatkan timbulnya kabut asap.

Kelima negara menegaskan kembali komitmennya untuk mencapai target ASEAN bebas asap 2020. Terkait hal ini, program pengembangan kapasitas dan pelatihan di antara negara-negara tersebut dalam hal mengatasi kabut asap akan dilanjutkan.

Malaysia sendiri telah menerapkan National Open Fire Action Plan. Kebijakan itu merupakan upaya bersama yang melibatkan berbagai kementerian, departemen, dan lembaga di tingkat federal serta negara bagian.

Dari Malaysia sendiri dilaporkan berbagai lembaga dan departemen juga akan menegakkan hukum tentang pelanggar yang menyebabkan kebakaran terbuka. Dan semua itu akan memperkuat persiapan untuk memadamkan api guna memastikan insiden kabut lintas-batas dapat dicegah,”ujar Kementerian Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Malaysia.

sumber: the star