Duel Bandar Narkoba: Sebagian Dari 19 Mayat Digantung di Jembatan

Perang geng narkoba di Meksiko. Foto New York Daily News
Perang geng narkoba di Meksiko. Foto New York Daily News

New Meksiko,Sayangi.com- Akibat persaingan di antara geng narkoba pihak berwenang di kota Uruapan, Meksiko menemukan 19 mayat di tiga lokasi berbeda. Ironisnya beberapa di antaranya digantung di jembatan

Kepala kejaksaan negara bagian wilyah Uruapan mengatakan bahwa insiden itu terkait dengan persaingan di antara para pelaku kejahaan. Peristiwa mengerikan tersebut terjadi diantara geng penguasa narkoba yang beroperasi di daerah tersebut,ujarnya.

Kepala Kejaksaan Adrian Lopez menuturkan “Ada perang di antara sel-sel dari berbagai kelompok kriminal. Peperangan tersebut berusaha untuk menguasai produksi, jalur distribusi dan konsumsi obat-obatan,” imbuhnya.

Lopez menambahkan insiden tersebut telah meresahkan penduduk setempat. Dari berbagai laporan media tergambar angka pembunuhan di kawasan ini meningkat hingga pertengahan tahun ini.

Ancaman itu merupakan taktik intimidasi yang sering digunakan dalam perang antar geng narkoba. Beberapa mayat lainnya ditemukan terpotong dan ditinggalkan di sepanjang jalan, kata Lopez.

Media lokal merilis foto beberapa mayat tergantung di jalan layang di Uruapan disertai ancaman yang dicetak pada selembar plastik besar.

Ancaman itu merupakan taktik intimidasi yang sering digunakan dalam perang antar geng narkoba. Beberapa mayat lainnya ditemukan terpotong dan ditinggalkan di sepanjang jalan, kata Lopez.

Terkait pembunuhan tersebut, Alejandro Hope, seorang analis keamanan berpendapat Kekerasan yang dipertontonkan seperti ini dimaksudkan untuk mengintimidasi pesaing mereka. Cara tersebut juga mengirim pesan ancaman kepada pihak berwenang.

Kekerasan semacam itu meningkat di wilayah Michoacan. Negara bagian itu merupakan titik nyala dalam perang kriminal terorganisir yang telah melanda Meksiko dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Meksiko pertama kali mengerahkan tentara ke Michoacan untuk memerangi gerombolan narkoba pada tahun 2006. Namun strategi itu, menurut para kritikus, justru mengarah pada peningkatan kekerasan.Sejak saat itu negara Meksiko telah mencatat pembunuhan lebih dari 250.000 orang. Rekor tertinggi pembunuhan tahun lalu menempati angka 33.755 orang.

sumber: Aljazeera