Kedatangan Trump Ke Elpaso Disambut Unjuk Rasa

Kunjungan Donald Trump ke Elpaso Texas Disambut Unjuk Rasa. Sumber The News Yorker
Kunjungan Donald Trump ke Elpaso Texas Disambut Unjuk Rasa. Sumber The News Yorker

Washington,Sayangi.com– Presiden AS Donald Trump mengunjungi El Paso, Texas. Kota El Paso,merupakan lokasi kejadian serangan supremasi kulit putih di Walmart. Serangan yang terjadi akhir pekan lalu telah menewaskan 22 orang. Supermarket tersebut biasanya dikunjungi konsumen dari kalangan Hispanik.

Saat Trump mengunjungi kawasan ini Kamis (8/8) waktu setempat, ia menghibur korban penembakan massal di Ohio dan Texas. Meski menjanjikan pesan persatuan, Trump tetap mencela rivalnya yang menggulirkan protes bahwa retorika pemimpin AS memicu ekstremisme.

Kunjungan Trump kali ini menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam di rumah sakit untuk menemui sejumlah korban dan staf. Setelahnya, Trump didampingiibu negara Melania, diajak ke pusat operasi darurat kota untuk bertemu dengan petugas kepolisian.

Sementara itu, sejumlah pengunjuk rasa berkumpul di ruas jalan dengan pengawalan petugas bersenjata. Pulanglah. Anda tidak diterima di sini!” bunyi seruan massa. Ada pula yang membawa spanduk ‘Trump ialah kebencian. Rasialisme tidak pernah diterima di sini’.

Demontrasi serupa terlihat di pemberhentian sebelumnya, di wilayah Dayton, Ohio. Di lokasi Dayton, Ohio penembakan massal yang menewaskan 9 orang.

Di lain sisi, demonstran pro-Trump juga muncul di kedua wilayah ini. Situasi tersebut menggambarkan suara perpecahan di ‘Negeri Paman Sam’ itu jelang pemilihan presiden tahun depan.

Akses wartawan sengaja dibatasi saat kunjungan dan perjalanan Trump ke Elpaso. Akan tetapi dalam komentar singkatnya, menjelang akhir kunjungan dua kota, Trump menyatakan telah mengalami hari yang luar biasa.

Setelah memuji sejumlah ‘pahlawan’ yang berani berhadapan dengan para pembunuh, Trump memanfaatkan penampilan publiknya untuk menyalakan perseteruan dengan rivalnya. Iapun menuding rivalnya rasialisme, yang meragukan kunjungan Trump ke Ohio dan Texas.

Trump berkukuh menentang tuduhan rasialisme. Akan tetapi, retorikanya yang mengaitkan para imigran Hispanik dengan kasus pembunuhan, pemerkosaan, dan invasi dipandang luas sebagai pemicu utama dari kasus penembakan tersebut.

“Mereka seharusnya tidak terjun dalam dunia politik,” pungkas Trump. Kalimat tersebut untuk menyinggung Senator Partai Demokrat perwakilan Ohio, Sherrod Brown. Sebelumnya, Brown mengkritik kunjungan Trump ke Dayton yang tujuannya dinilai tidak jujur. Trump tampaknya tersinggung dengan sikap pesimistis yang ditunjukkan beberapa pemimpin dari kedua kota ini.

sumber: AFP