Bobol e-banking Untuk Belanja Online, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Jakarta, Sayangi.com – Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pencurian dengan memanfaatkan kartu kredit dan e-banking. Dari kasus ini, polisi menangkap dua pelaku, yakni Riandi dan Davis.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, dari aksinya kedua pelaku berhasil meraup keuntungan lebih dari Rp 1 miliar. Dalam melakukan aksinya, melakukan aksinya dengan mengumpulkan database nasabah bank.

Database tersebut dikumpulkan dan diklasifikasikan oleh pelaku. Sekira ada data yang sekiranya dapat dimanfaatkan, maka nasabah tersebut dijadikan korban.

“Kasus ini bermula dari laporan seseorang, yang mana korban mempunyai tabungan di bank. Dia merasa bahwa uangnya dalam tabungan berkurang pada bulan April,” ujar Argo di kawasan Kebayoran Baru, Jumat (9/8).

Lalu kemudian, sambung Argo, korban terkejut lantaran ada tagihan penggunaaan dana. Padahal selama ini korban tidak pernah melakukan transaksi.

“Dari dua pelaku itu, Riandi berlaku sebagai pencari database bank dan melakukan pembelian kartu bank. Data nasabah kemudian dipindahkan ke kartu tersebut,” jelasnya.

Argo menjelaskan, pelaku juga lihai dalam membobol e-banking milik korban. Modusnya, pelaku mencari kartu yang sudah kedaluwarsa, dan mencoba mengaktifkan kembali tersebut.

“Pelaku melakukan sejumlah cara untuk mendapatkan akses, dan encoba beberapa password yang mudah diingat. Ternyata password korban hanya menggunakan tanggal lahir,” terangnya.

Usai berhasil mengaktifkan kembali kartu tersebut, lanjut Argo, pelaku lalu menggunakannya untuk berbelanja secara daring. Dari aksinya ini, pelaku bahkan mampu meraup uang hingga Rp 1,112 miliar.

“Riandi ini perannya mengaktifkan kartu yang sudah off menjadi on, dan memindahkan dana ke rekening tagihan korban. Sementara Davis menyiapkan akun aplikasi emas,” jelas Argo.

Lebih jauh Argo menjelaskan, keduanya ditangkap di kawasan Palembang, Sumatera Selatan. Namun saat hendak menangkap Davis, ia mencoba melawan dan menembakkan senjata ke arah petugas.

“Peluru yang ditembakkan tersangka kena tembok, ia juga mengancam akan menyandera keluarganya. Namun setelah bernegosiasi, Davis akhirnya dapat dibekuk oleh polisi,” katanya.

Berkaca dari kasus ini, Argo mengimbau, agar nasabah rutin mengganti password kartu kredit mereka. Selain itu, nasabah juga diimbau tidak menggunakan password yang mudah diingat.

“Jangan menggunakan tanggal lahir sebagai password. Korban ini kebetulan menggunakan tanggal lahir sebagai password nya,” tuturnya.