Sri Mulyani Jelaskan Kunci Agar Indonesia Jadi Negara “High Income”

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan semua sumber daya sektor perekonomian harus dapat dimanfaatkan optimal untuk mendukung momentum pertumbuhan serta pemerataan ekonomi nasional.

“Kalau Indonesia ingin maju dari negara middle income menjadi high income, kuncinya adalah bagaimana kita bisa menjadi lebih produktif, lebih inovatif, dan efisien,” kata Sri Mulyani dalam seminar nasional Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju di Jakarta, Jumat.

Dia menuturkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam menyusun bauran kebijakan selalu mempertimbangkan stabilitas serta momentum pertumbuhan ekonomi, termasuk instrumen kebijakan struktural yang berhubungan dengan investasi dan dunia usaha.

“Dari kebijakan fiskal, kontribusi kita untuk bisa meng-address isu-isu yang sifatnya fundamental,” ujar Sri Mulyani.

“ICOR (Incremental Capital Output Ratio) kita di atas 6,0 jauh lebih tinggi daripada banyak negara lain,” ujar Sri Mulyani.

Faktor fundamental yang mempengaruhi tingginya ICOR itu, salah satunya akibat rendahnya kualitas sumber daya manusia.

“Kebijakan fiskal untuk menangani masalah itu adalah melalui belanja di sektor pendidikan maupun kualitas belanjanya,” ungkap Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Dalam hal pemerataan pembangunan infrastruktur, lanjut dia, pemerintah tidak bisa hanya bergantung kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melainkan juga melalui skema pembiayaan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Public Private Partnership (PPP).

“Instrumen fiskal sudah sangat banyak untuk menarik perhatian badan usaha swasta, termasuk Viability Gap Fund, Project Development Facility (PDF), dan availability payment. Ini supaya badan usaha swasta tertarik dan membiayai infrastruktur sesuai appetite risikonya masing-masing, sebab pendanaan infrastruktur butuh jangka panjang dan kepastian dari sisi kontrak,” papar Sri Mulyani.