Tipu Calon PNS Sejak 2010, “Pak Boss” Raup Untung Rp 5,7 Miliar

Polisi memperlihatkan tersangka penipuan berkedok calo CPNS. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo).

Jakarta, Sayangi.com – Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap seorang pelaku penipuan berkedok penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Pria berinisial HB alias Bima (57) ini ditangkap di rumah kontrakannya di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kasus ini berawal dari empat laporan polisi dari tahun 2015, 2016 dan 2018. Berbekal laporan tersebut, Subdit Kamneg melakukan penyelidikan.

“Tersangka HB alias Bima ditangkap di Pulo Gadung di rumah kontrakan, ketika sedang main kartu,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/8).

Usai diinterogasi, kata Argo, pelaku mengakui telah melakukan penipuan berkedok penerimaan CPNS sejak 2010 silam. Dalam menjalankan aksinya, pelaku memiliki kartu pengenal Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan selalu berpakaian necis.

“Jadi tersangka melihat file tenaga honorer di internet. Lalu dikomunikasikan seolah-olah dia bisa bantu untuk lolos PNS,” jelasnya.

Lebih lanjut Argo menjelaskan, korban menyetor uang ke pelaku kisaran Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Sejak beraksi pada 2010 lalu, pelaku telah meraup keuntungan Rp 5,7 miliar.

“Uang digunakan untuk dugem di kawasan Mangga Besar. Di sana ia dikenal dengan panggilan Pak Boss,” terangnya.

Saking banyaknya, kata Argo, pelaku tidak ingat berapa jumlah korban yang berhasil ditipunya. Bima hanya ingat 99 nama korbannya, dengan 180 kwitansi pembayaran yang berhasil disita.

“Korban tidak hanya berasal dari Jakarta. Dari data yang ada di kita, ada korban yang dari NTB, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten,” paparnya.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, dengan ancaman pidana 4 tahun penjara.